JEPARA, Harianmuria.com – Komisi C DPRD Jepara mendorong kawasan Makam Sunan Nyamplungan di Karimunjawa untuk ditata secara berkelanjutan. Upaya ini bertujuan menjadikan makam tersebut sebagai destinasi wisata religi unggulan sekaligus menjaga kelestariannya sebagai cagar budaya.
Ketua Komisi C DPRD Jepara, Nur Hidayat, menyampaikan hal ini saat melakukan kegiatan monitoring di Karimunjawa, Sabtu, 27 Oktober 2025. Kunjungan ini tidak hanya meninjau fasilitas kesehatan, tetapi juga kondisi situs ikon spiritual dan sejarah penting di kepulauan tersebut.
Menurut Nur Hidayat, Makam Sunan Nyamplungan memiliki nilai religius dan budaya yang sangat tinggi, tidak hanya bagi masyarakat Jepara tetapi juga wisatawan peziarah.
“Kami berharap penataan kawasan Makam Nyamplungan terus dilakukan dengan baik. Tempat ini bukan hanya tujuan wisata religi, tetapi juga merupakan situs bersejarah dan cagar budaya yang harus dilindungi,” ujar Nur Hidayat.
Integrasi Nilai Sejarah dan Budaya
Selama ini, Karimunjawa dikenal luas karena keindahan alamnya. Namun, Nur Hidayat menilai potensi wisatanya jauh lebih luas dan dapat diintegrasikan. Ia melihat Makam Nyamplungan berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi daya tarik tambahan yang menggabungkan antara nilai keagamaan, sejarah, dan budaya.
“Kami ingin wisatawan yang datang ke Karimunjawa tidak hanya disuguhi keindahan alam, tetapi juga pengalaman spiritual dan edukatif melalui wisata religi ini,” tambahnya.
Tingkatkan Infrastruktur Tanpa Ubah Kesakralan
Komisi C menekankan bahwa pengembangan kawasan ini harus dilakukan secara hati-hati dengan memprioritaskan aspek pelestarian budaya dan tata kelola lingkungan.
Infrastruktur penunjang seperti akses jalan, fasilitas ibadah, area parkir, penerangan, dan kebersihan wajib ditingkatkan, namun harus dilakukan tanpa mengubah keaslian dan kesakralan tempat tersebut.
DPRD Jepara juga mendorong adanya kolaborasi kuat antara Pemerintah Daerah, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, serta masyarakat setempat dalam merawat kawasan makam ini.
“Kami ingin Makam Nyamplungan menjadi contoh penataan wisata religi yang harmonis, tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memperkuat identitas spiritual dan budaya Jepara,” tutup Nur Hidayat.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki










