BLORA, Harianmuria.com – Upaya eliminasi penyakit kaki gajah atau filariasis di Kabupaten Blora menunjukkan hasil signifikan. Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora mencatat, jumlah penderita filariasis kini tinggal 12 orang, menurun drastis dari 25 kasus yang tercatat pada tahun 2005.
Kepala Dinkesda Blora, Edi Widayat, menjelaskan bahwa penurunan ini merupakan hasil program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis yang dilaksanakan secara rutin sejak tahun 2020. Obat yang diberikan kepada masyarakat adalah kombinasi diethylcarbamazine citrate (DEC) dan albendazole, terutama di wilayah endemis dan kelompok berisiko tinggi.
“Program ini kami jalankan setiap tahun, disertai penyuluhan langsung ke desa-desa oleh petugas puskesmas. Selain itu, kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan menggunakan kelambu saat tidur juga meningkat,” jelas Edi pada Selasa, 5 Agustus 2025.
Tidak Ada Kasus Baru dalam 5 Tahun
Edi menambahkan, seluruh kasus yang masih tercatat adalah penderita lama yang terinfeksi lebih dari 10 tahun lalu. Bahkan, beberapa di antaranya telah meninggal dunia karena usia lanjut. Sementara itu, tidak ada kasus baru (zero case) yang ditemukan dalam lima tahun terakhir.
“Suspek baru tidak ada. Semua penderita adalah kasus lama. Ini menunjukkan bahwa penularan sudah berhasil ditekan secara signifikan,” ujarnya.
Evaluasi dan Pemeriksaan Berkala
Untuk memastikan efektivitas program, Dinkesda Blora juga menggandeng kader kesehatan desa dan aparat kelurahan. Mereka bertugas mendistribusikan obat, memastikan warga benar-benar mengonsumsinya, serta membantu dalam pemeriksaan darah acak sebagai bagian dari pemantauan.
“Kami bekerja sama lintas sektor. Pemeriksaan acak dilakukan untuk memastikan masyarakat tidak terinfeksi ulang,” tegas Edi.
Target Eliminasi Tahun 2025
Meski kasus menurun, Dinkesda Blora menegaskan bahwa kewaspadaan tetap diperlukan. Filariasis ditularkan melalui gigitan nyamuk yang membawa parasit cacing, dan bisa memunculkan gejala bertahun-tahun setelah infeksi awal.
“Target kami adalah status eliminasi filariasis pada tahun 2025, sesuai dengan program nasional. Monitoring dan evaluasi bersama Kementerian Kesehatan terus kami lakukan,” pungkas Edi.
Edukasi Jadi Kunci Pencegahan
Dinkesda Blora mengimbau masyarakat agar terus menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan kelambu saat tidur, serta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala seperti bengkak di tungkai atau anggota tubuh lain.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










