Sabtu, Januari 10, 2026
  • Box Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kerjasama & Iklan
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
No Result
View All Result
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
No Result
View All Result
Harianmuria.com
No Result
View All Result

Beranda - News - Dana Desa Tahap II Belum Cair, 38 Desa di Kabupaten Semarang Terancam Gagal Jalankan Program

Dana Desa Tahap II Belum Cair, 38 Desa di Kabupaten Semarang Terancam Gagal Jalankan Program

Basuki by Basuki
02 Desember 2025 21:35
in News, Semarang, Seputar Jateng, Umum
0 0
Dana Desa (DD) Tahap II tahun 2025 yang belum cair membuat 38 desa di Kabupaten Semarang terancam gagal menjalankan program kerja.

Sekretaris Paguyuban Kepala Desa Hamong Projo Kabupaten Semarang, Siswanto. (Lingkarnews Network/Harianmuria.com)

Share on FacebookShare on WatsApp

KAB. SEMARANG, Harianmuria.com – Sebanyak 38 desa di Kabupaten Semarang terpaksa menghentikan program kerja karena Dana Desa (DD) Tahap II Tahun 2025 belum juga cair hingga memasuki bulan Desember.

Kondisi ini menimbulkan defisit anggaran, penundaan kegiatan, hingga potensi gagal bayar pada program yang telah berjalan. Warga di sejumlah desa pun protes atas terhentinya kegiatan pembangunan.

Program Desa Mandek, Warga Jadi Korban

Sekretaris Paguyuban Kepala Desa Hamong Projo Kabupaten Semarang, Siswanto, mengungkapkan bahwa belum cairnya Dana Desa Tahap II berdampak signifikan pada jalannya pemerintahan desa.

“Dampaknya besar, dan yang menjadi korban adalah warga desa. Semua kegiatan desa terhenti karena DD belum cair,” ujarnya, Selasa, 2 Desember 2025.

Akibat penundaan ini, sejumlah rencana dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tidak dapat direalisasikan. Bahkan sejumlah kegiatan yang sudah berjalan pun belum bisa dibayarkan.

Siswanto menambahkan, pencairan DD Tahap II biasanya dilakukan pada bulan September, namun hingga Desember masih belum ada kejelasan maupun sosialisasi dari pemerintah pusat.

Nilai Dana Desa Ratusan Juta per Desa

Dari 38 desa yang terdampak, nilai DD Tahap II yang belum cair berkisar antara Rp300 juta hingga Rp400 juta. Pihak paguyuban mengaku sudah menanyakan langsung ke Kementerian Keuangan, namun belum ada tanggapan.

Situasi ini membuat para kepala desa mendapat banyak protes dari warga, karena program-program desa tidak dapat berjalan.

Siswanto menegaskan bahwa tidak mungkin pemerintah desa menalangi dana yang jumlahnya sangat besar.

Defisit, Program Terancam Gagal Bayar

Kepala Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat, Dimas Prayitno Putra, membenarkan bahwa desanya termasuk yang belum menerima pencairan Dana Desa Tahap II 2025.

Nilai dana yang belum cair mencapai Rp266 juta, menyebabkan desa melakukan rasionalisasi anggaran besar-besaran.

Salah satu program yang terancam gagal bayar adalah pemanfaatan kotoran hewan sebanyak 175 ton untuk pemulihan lahan pertanian, dengan anggaran sekitar Rp85 juta. Kegiatan ini telah berjalan sejak Agustus–Oktober 2025.

Program lain yang terkena dampak ialah Pemberian Makanan Tambahan (PMT) balita sebagai upaya pencegahan stunting.

“Beberapa program sudah berjalan, tapi belum bisa dibayar hingga Desember. Kalau serapan belum penuh mungkin kita hentikan, tapi kalau sudah terserap semua, kami gagal bayar,” jelas Dimas.

Pencairan Terganjal PMK 81 Tahun 2025

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Kabupaten Semarang, Budi Rahardjo, menjelaskan bahwa keterlambatan pencairan DD Tahap II disebabkan regulasi baru, yaitu Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2025.

Regulasi tersebut mengatur pengalokasian, penggunaan, dan penyaluran Dana Desa, termasuk persyaratan baru pada tahap penyaluran menggunakan sistem OM-SPAN.

Menurut Budi, semestinya DD Tahap II cair pada 17 September 2025, namun tertunda karena regulasi baru tersebut.

“Semua terkait DD adalah kewenangan Pemerintah Pusat. Kami sudah berkoordinasi dengan Pemprov Jateng agar ada tindak lanjut,” terangnya.

Budi Rahardjo meminta seluruh pemerintah desa memahami regulasi terbaru sebagai dasar penyaluran dana. Namun, desa-desa terdampak berharap pemerintah pusat segera memberikan kejelasan agar program yang menyentuh langsung kepentingan warga dapat dilanjutkan.

Sementara itu, warga di sejumlah desa mulai mempertanyakan mandeknya pembangunan dan pelayanan desa akibat kekosongan dana.

Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita SemarangDana Desakabupaten semarangpencairan dana desasemarang

Related Posts

Keberhasilan e-parkir di Pasar Sido Makmur mendorong Pemkab Blora menerapkan parkir elektronik di tiga pasar lagi demi meningkatkan PAD hingga Rp10 miliar.
Blora

Sukses di Pasar Sido Makmur, Pemkab Blora Siap Terapkan E-Parkir di 3 Pasar Lagi

9 Januari 2026
Angin kencang menerjang Kecamatan Sidomukti, Salatiga, merusak 10 rumah warga dan 3 warung semi permanen.
Salatiga

Angin Kencang Terjang Sidomukti Salatiga, 10 Rumah dan 3 Warung Rusak

9 Januari 2026
Tagihan listrik sarpras jalan di Blora tembus Rp8,5 miliar sepanjang 2025, efisiensi Pemkab Blora berhasil menghemat anggaran hingga Rp30 juta.
Blora

Tagihan Listrik Sarpras Jalan di Blora Tembus Rp8,5 Miliar, Efisiensi Berhasil Hemat Rp30 Juta

9 Januari 2026
Aksi unik warga adopsi 500 bibit pohon jambu untuk menghijaukan lereng Gunung Merbabu di Getasan, Kabupaten Semarang, demi menjaga kawasan tangkapan air.
Semarang

Unik, Warga Adopsi 500 Bibit Pohon Jambu untuk Hijaukan Lereng Gunung Merbabu

9 Januari 2026
Load More
Next Post
Pemkab Kudus berencana mengalihfungsikan Pasar Bitingan menjadi lahan parkir RSUD, ribuan pedagang akan direlokasi ke Pasar Saerah dan Pasar Anyar Wergu Kulon.

Pasar Bitingan akan Dialihfungsikan, Pemkab Kudus Siapkan 2 Skema Relokasi Pedagang

Berita Utama

BPBD Jepara sigap menangani berbagai bencana Desember 2025, mulai pohon tumbang, rumah rusak, hingga evakuasi warga dan hewan berbahaya.
Jepara

BPBD Jepara Gerak Cepat Tangani Serangkaian Kejadian Bencana Selama Desember 2025

15 Desember 2025
BPBD Jepara menyalurkan bantuan logistik kepada warga Desa Tunahan, Kecamatan Keling, yang terdampak angin kencang.
Jepara

BPBD Jepara Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Tunahan

10 Desember 2025
BPBD Jepara menerima bantuan truk tangki 4.000 liter dari pemerintah pusat untuk memperkuat armada penanggulangan bencana, khususnya distribusi air bersih di wilayah rawan kekeringan.
Jepara

BPBD Jepara Terima Truk Tangki 4.000 Liter, Perkuat Armada Penanggulangan Bencana

10 Desember 2025
BPBD Jepara mengirim satu personel untuk membantu penanganan banjir di Sumatra Barat sebagai bentuk dukungan Pemprov Jateng terhadap percepatan pemulihan pascabencana.
Jepara

BPBD Jepara Tugaskan Satu Personel Bantu Penanganan Banjir di Sumatra Barat

9 Desember 2025

Berita Trending

  • Belasan tahun rusak tanpa perbaikan, warga Desa Nglebur, Jiken, Blora swadaya memperbaiki jalan sepanjang 60 meter dengan dana patungan dan gotong royong.

    Belasan Tahun Rusak, Warga Nglebur Blora Swadaya Perbaiki Jalan 60 Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Kudus Periksa 10 Pegawai Buntut Video Viral Asusila, 2 Orang Dibebastugaskan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wartawan Dilarang Liput Kebakaran Sumur Minyak di Gandu Blora, Warga Blokade Akses Masuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Salah, Begini Cara Bedakan Kartu Keluarga Asli dan Salinan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Molor Seminggu, Pencairan Gaji ASN Blora Rp55,5 Miliar Mulai Diproses

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Harianmuria.com

Adalah media online yang menayangkan berita terbaru di Jawa Tengah. Berita yang kami sajikan padat, terpercaya, dan mencakup informasi terkini di wilayah Karesidenan Pati.

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS