PATI, Harianmuria.com – Meski tidak melulu soal umur yang sudah menua baru merasa mampu mendaftarkan haji, tapi kenyataannya banyak pendaftar di kabupaten Pati didominasi oleh usia lansia, yaitu 40-50 tahun. Menurut Kepala Seksi (Kasi) Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati, Abdul Hamid menerangkan, alasannya yakni berkaitan soal kemapanan finansial para jamaah.
“Rata-rata berkisar di angka 40-50 tahun pendaftar hajinya. Karena memang orang-orang itu mapan di usia-usia itu,” jelasnya.
Hamid tak memungkiri jika pada usia produktif, masyarakat lebih cenderung menata kehidupan dunia. Baru setelah itu, mereka memikirkan kehidupan akhirat yang salah satunya menunaikan ibadah haji sebagai bentuk dari melaksanakan rukun islam yang ke-lima itu.
Meski beberapa ada pendaftar haji yang berusia di bawah 40 tahun, akan tetapi jumlah tersebut tidak terlalu banyak. Bahkan ia mengungkapkan ada beberapa calon jamaah haji yang berusia dibawah 20 tahun.
“Usia awal itu proses untuk mapan. Rata-rata orang itu menyiapkan rumah dulu. Biasanya usia 30 sekian menjelang 40 tahun itu sudah mulai mapan, anak-anak tertata, rumah sudah ada, kendaraan sudah ada, mereka baru berfikir mendaftar haji. Makanya didominasi oleh usia 40-50 tahun, ada yang kurang dari itu tapi tidak banyak. Ada yang kurang dari 20 tahun juga, karena usia minimal pendaftaran haji 12 tahun,” tambahnya.
Sehingga dengan kata lain, para pendaftar yang berusia 40-50 tahun tersebut nantinya akan berangkat pada usia 60 tahun ke atas. Artinya, jamaah haji asal Kabupaten Pati kedepanya akan didominasi lanjut usia antara 70-80 tahun.
“Sehingga kedepan kemungkinan besar estimasi kita jamaah itu akan banyak didominasi lansia karena kebetulan masa antreanya panjang. Mereka baru daftar di usia 40-50 tahun. Sehingga jika harus menunggu 30-an tahun itu kemungkinan usia mereka mendekati usia lansia. Kemungkinan mereka baru bisa berangkat di usia 70-80 tahun itupun kalau diberi umur panjang,” tutupnya. (Lingkar Network | Arif | Harianmuria.com)










