BLORA, Harianmuria.com – Bupati Blora, Arief Rohman, meminta dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) untuk memprioritaskan produk petani lokal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, bahan baku yang digunakan harus segar agar nutrisi makanan tetap terjaga.
“Kami cek menunya selalu fresh dan berganti setiap hari. Hari ini menunya ada mi, sayur, dan susu supaya siswa tidak bosan,” ujar Bupati Arief, Kamis, 14 Agustus 2025.
Bupati juga menekankan pentingnya pemanfaatan bahan lokal. Saat ini, dapur bergizi mitra Badan Gizi Nasional (BGN) di Blora makin banyak dan tersebar di berbagai kecamatan.
“Untuk dapur lebih dari 10, kami juga diminta membentuk satgas soal MBG agar cakupan program bisa diperluas,” tambahnya.
12 Dapur Aktif, 17 Siap Menyusul
Sementara itu, Dandim 0721/Blora Letkol Inf Agung Cahyono melaporkan bahwa saat ini terdapat 12 dapur SPPG yang aktif beroperasi di berbagai kecamatan. Dalam waktu dekat, sebanyak 17 dapur tambahan siap bergabung setelah menyelesaikan kelengkapan administrasi.
“Ada 10 dan 7 dapur yang sudah melapor siap beroperasi. Mudah-mudahan satu bulan ke depan semua bisa running,” jelas Letkol Agung.
Penambahan dapur MBG ini akan menyasar wilayah seperti Kunduran, Ngawen, Todanan, dan Sambong, dengan harapan total dapur aktif bisa melampaui 20 unit pada bulan depan.
BGN Siapkan Korcam di Tiap Kecamatan
Dengan bertambahnya jumlah dapur SPPG di Blora, BGN juga berencana menunjuk Koordinator Kecamatan (Korcam). Tujuannya adalah untuk membagi tugas distribusi dan memantau penerima manfaat agar lebih merata dan tepat sasaran di tiap wilayah.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










