BLORA, Harianmuria.com – Kabupaten Blora mendapat jatah 41 desa dalam program Spesialis Keliling (Speling) dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Hingga awal September 2025, tercatat 1.566 warga telah memanfaatkan layanan ini.
Kepala Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora, Edi Widayat, menjelaskan program Speling menggandeng seluruh rumah sakit di Blora, baik negeri maupun swasta. Setiap rumah sakit menurunkan tiga dokter spesialis, meliputi kebidanan dan kandungan (obgyn), anak, dan kejiwaan, yang turun langsung ke desa-desa sasaran.
“Setiap kunjungan minimal dihadiri 100 warga. Ini juga menjadi tanggung jawab puskesmas dan pustu di wilayah masing-masing,” ujar Edi, Selasa, 2 September 2025.
Program Berjalan Sejak Mei 2025
Program Speling dimulai pada Mei 2025 dan akan berlangsung hingga Desember 2025, dengan target 41 desa di Blora dari total 291 desa/kelurahan. Setiap desa menyediakan lokasi dan target sasaran, sementara dinas kesehatan dan rumah sakit menurunkan dokter beserta peralatan medis.
Contohnya, desa di Kecamatan Bogorejo didampingi RSUD dr. R. Soetijono Blora, sedangkan di Kecamatan Kunduran, didampingi PKU Muhammadiyah Blora.
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Rata-rata kunjungan selalu melebihi 100 orang per hari,” jelas Edi.
Layanan Medis Lebih Dekat dengan Warga Desa
Program ini memungkinkan sebagian besar tindakan medis dapat dilakukan langsung di desa. Jenis layanan yang tersedia mencakup konsultasi dan tindakan medis sederhana, seperti pemeriksaan obgyn, penyakit dalam, dan kejiwaan. Bila kasus tidak dapat ditangani di lokasi, pasien akan dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.
Hingga awal September 2025, 1.566 warga dari 13 desa sudah mendapatkan layanan Speling. Dinkesda Blora juga menyiagakan 26 puskesmas dan 53 puskesmas pembantu untuk melayani masyarakat 24 jam.
“Program ini diharapkan menekan angka rujukan pasien keluar daerah sekaligus meningkatkan mutu layanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Blora,” harap Edi.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










