BLORA, Harianmuria.com – Karnaval Pawai Pembangunan dalam rangka peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Kabupaten Blora meninggalkan tumpukan sampah hingga 12,95 ton hanya dalam dua hari pelaksanaan, Sabtu dan Minggu, 23–24 Agustus 2025
Subkoordinator Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Blora, Lindung Arum Setyawan, menyebutkan bahwa volumesampah pada karnaval yang digelar selama Sabtu dan Minggu, 23–24 Agustus 2025 oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora.
Subkoordinator Pengelolaan Sampah DLH Blora, Lindung Arum Setyawan, mengatakan bahwa hanya untuk wilayah Blora Kota, total volume sampah dari dua hari kegiatan mencapai 9,1 ton.
“Hari Sabtu, 23 Agustus, jumlah sampah mencapai 3,15 ton. Sedangkan Minggu, 24 Agustus, naik jadi 5,95 ton,” ujarnya, Senin, 25 Agustus 2025.
Sementara itu, kegiatan serupa di Kecamatan Cepu yang digelar lebih awal, yaitu pada 20–21 Agustus 2025, menghasilkan 3,85 ton sampah.
Ratusan Petugas Bersihkan Sampah Karnaval
Untuk menangani lonjakan volume sampah selama kegiatan tersebut, DLH mengerahkan 115 petugas kebersihan. Rinciannya, 62 petugas dikerahkan untuk membersihkan wilayah Blora Kota dan 53 petugas untuk Kecamatan Cepu.
“Kami langsung bergerak membersihkan area setelah acara selesai untuk menjaga kebersihan kota,” jelas Lindung.
Produksi Sampah Harian Tinggi
Selain limbah karnaval, volume sampah harian yang masuk ke TPA Tempurejo, Blora dan TPA Cepu juga masih tergolong tinggi. “Sampai Minggu, 24 Agustus 2025, total akumulasi sampah yang masuk ke TPA Tempurejo Blora mencapai 673,18 ton, sedangkan di TPA Cepu mencapai 603,9 ton,” jelasnya.
Sebagai perbandingan, total produksi sampah pada bulan Juli 2025 tercatat 820,04 ton di TPA Tempurejo dan 821,8 ton di TPA Cepu. “Rata-rata sampah harian sekitar 30 ton per hari di Blora, dan 25 ton per hari di Cepu,” tambahnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










