KENDAL, Harianmuria.com – Sudah dua pekan terakhir, banjir rob terus menggenangi kawasan pesisir Pantai Ngebum, Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu, Kendal.
Ketinggian air yang mencapai 50–60 sentimeter kerap muncul pada pagi hari, mengganggu aktivitas warga saat hendak bekerja maupun saat anak-anak berangkat sekolah.
Aktivitas Warga Terganggu
Suparti (50), salah satu warga Desa Mororejo, mengaku kewalahan karena aktivitas terganggu setiap kali rob datang.
“Banjirnya masuk rumah. Kalau pagi anak-anak mau kerja susah karena tingginya banjir. Mau mengeluarkan motor tidak bisa. Kalau keluar terpaksa bawa baju ganti,” keluhnya, Senin 17 November 2025.
Ia berharap pemerintah dapat segera memberikan bantuan dan solusi permanen atas banjir rob yang telah menjadi langganan wilayah pesisir tersebut.
Tanggul Jebol, 250 KK Terdampak
Kepala Desa Mororejo, Mustofa Kamal, mengungkapkan bahwa banjir rob dipicu jebolnya tanggul sungai di sekitar wilayah pesisir. “Setidaknya ada sekitar 250 kepala keluarga yang terdampak,” jelasnya.
Pihak desa telah berkoordinasi dengan Dinas Pusdataru dan Dinas PUPR, namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut.
“Kami berusaha maksimal dengan kemampuan desa untuk mengatasi abrasi dan rob yang terjadi di Dukuh Ngebum,” tambahnya.

Pemkab Siapkan Penanganan Darurat
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, turun langsung meninjau pemukiman yang terdampak banjir rob pada Minggu, 16 November 2025. Ia memastikan OPD terkait segera melakukan pengecekan dan menyiapkan langkah penanganan cepat.
“Upaya sementara mungkin dengan menyediakan pompa-pompa, sambil menunggu penanganan yang lebih besar,” ujar Bupati Tika.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki










