KUDUS, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus terus mendorong penguatan tata kelola pemerintahan berbasis data. Salah satu langkah konkret yang kini disiapkan adalah pengembangan aplikasi Satu Kata atau Kudus Angka Tepat dan Akurat, yang dirancang untuk mengintegrasikan seluruh data statistik daerah dalam satu platform.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menegaskan bahwa penggunaan data yang terukur, tepat, dan akurat sangat penting dalam proses pengambilan kebijakan. Melalui aplikasi Satu Kata, Pemkab berharap seluruh keputusan pemerintah dapat lebih tepat sasaran dan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
“Kami berencana membuat program Satu Kata. Nantinya aplikasi ini memuat seluruh data statistik Kabupaten Kudus, dan bisa diakses publik,” ujar Sam’ani saat kunjungan ke Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kudus, Selasa, 5 Agustus 2025.
Aplikasi Statistik Terpadu untuk Semua Level Pemerintahan
Aplikasi ini nantinya tidak hanya bermanfaat bagi pemerintah kabupaten, tetapi juga bagi OPD, kecamatan, hingga desa. Dengan data yang tersaji secara real-time dan akurat, perangkat daerah diharapkan lebih paham dan terlatih dalam mengelola serta menggunakan data statistik.
“Kami ingin semua stakeholders, termasuk pemerintah desa, paham cara menghitung indeks pembangunan manusia, kasus stunting, dan indikator lainnya. Sehingga program bantuan maupun intervensi bisa benar-benar tepat sasaran,” jelasnya.
Aplikasi Satu Kata juga dirancang agar dapat diakses masyarakat secara luas. Melalui aplikasi ini, warga bisa mengetahui data perkembangan ekonomi, indeks pembangunan daerah, serta informasi penerima manfaat program bantuan dari pemerintah.
“Masyarakat akan tahu siapa saja penerima manfaat. Ini bentuk transparansi dan akurasi agar bisa dilihat perkembangan ekonomi dan sosial di Kudus,” tambah Sam’ani.
Mulai Sinkronisasi Data November 2025
Pemkab Kudus menargetkan penandatanganan MoU dengan BPS untuk sinkronisasi data akan dilakukan pada November 2025. Sementara, peluncuran dan akses publik terhadap aplikasi ditargetkan mulai tahun 2026.
“Ini akan menjadi role model bagi pemerintahan berbasis data. Kami ingin seluruh OPD dan desa sadar pentingnya akurasi data untuk pembangunan,” imbuhnya.
Sebagai informasi, tingkat kemiskinan di Kabupaten Kudus pada 2024 tercatat sebesar 7,23 persen, dan ditargetkan turun menjadi 6,9 persen pada 2025. Pemkab Kudus berharap inovasi digital seperti Satu Kata dapat mempercepat upaya penurunan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sumber: Lingkar Network
Editor: Basuki










