PATI, Harianmuria.com – Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, Pemerintah Desa (Pemdes) Bakaran Wetan, Kecamatan Juwana menggelar Festival Membatik, Minggu (2/10). Tidak kurang dari 200 pembatik turut berpartisipasi dalam pagelaran di Jalan Sersan Desa Bakaran Wetan.
Para pembatik yang didominasi oleh kaum perempuan baik dewasa maupun remaja memperlihatkan kelihaian mereka dalam menggambar motif menggunakan canting.
Sebagai penambah kemeriahan acara tersebut, digelar pula serangkaian pagelaran diantaranya gongjigong budaya, fashion show anak-anak, pemilihan duta Bakaran, festival kesenian tradisional, dan kirab budaya. Sehingga event festival membatik ini diselenggarakan selama sebulan penuh, yakni dari tanggal 2-3 Oktober 2022.
Hadir pula dalam acara tersebut, Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro yang mengatakan bahwa dengan adanya festival membatik ini, Kabupaten Pati mampu melestarikan atau nguri-uri kebudayaan.
“Ini menjadi bukti bahwa Kabupaten Pati mampu menguri-uri kebudayaan nenek moyang yang turun temurun dengan cara membatik. Acara yang digelar di Desa Bakaran Wetan ini mengangkat konsep, mengubah pola pikir warga untuk lebih kreatif tanpa batas, meskipun dalam keadaan yang terbatas,” katanya.
Henggar pun menjelaskan, apabila batik Bakaran ini mampu menasional maka akan menciptakan multiplier effect bagi perekonomian di wilayah Juwana dan kian meningkat.
“Di Pati ini memang memiliki sentra-sentra batik. Dan batik Bakaran ini memiliki ciri yang khas. Inilah yang selalu kita dorong. Mudah-mudahan batik Bakaran semakin bagus,” terangnya.
Mengingat batik Bakaran ini juga menjadi konsen program oleh Dinas Komunikasin dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Pati. Sebab dalam hal ini, Diskominfo Pati tengah berkomitmen mengenalkan program pengenalan warisan budaya lokal, baik batik maupun setiap agenda dalam kegiatan tersebut.
Kepala Diskominfo Pati, Ratri Wijayanto menyampaikan bahwa dukungan dengan pemblukasian itu telah sesuai dengan fungsi dan tugas dinas, mulai dari persiapan sampai kegaitan berakhir.
“Pada dasarnya itu kami lakukan sebagai wujud dukungan kami untuk juga publikasi kegiatan pengenalan warisan berupa festival batik kemarin,” katanya. (Lingkar Network | Harianmuria.com)










