BLORA, Harianmuria.com – Mitra Badan Gizi Nasional (BGN) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Sidomulyo, Banjarejo, Blora, merespons pengembalian 172 porsi makanan dari SPPG tersebut yang ditujukan untuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui di Desa Karangtalun, Banjarejo.
Jalal, Mitra BGN dari Yayasan Semua Anak Bangsa yang menjadi pemilik SPPG Desa Sidomulyo, mengaku sudah konsultasi dengan Korwil SPPG Blora, terhadap pengembalian ratusan porsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) baru-baru ini.
Ia menyatakan sudah melakukan konsultasi dengan Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Blora terkait pengembalian porsi tersebut. “Tadi sudah konsultasi dengan Korwil, akan dibuat berita acara,” ungkap Jalal, Kamis, 9 Oktober 2025.
Baca juga: Datang Telat, 172 Menu MBG Balita dan Bumil di Desa Karangtalun Blora Dikembalikan
Jatah Bisa Dihentikan Jika Tidak Diterima
Jalal menegaskan pihaknya tidak keberatan jika pengiriman porsi makanan ke Desa Karangtalun dihentikan atau dipotong jatahnya, sesuai permintaan wilayah penerima.
“Kalau memang keberatan bisa tidak kami kirimkan. Kami melaporkan setiap hari jumlah porsi yang terkirim. Kalau di sana tidak mau menerima, ya tidak dikirim. Jatah dilepas juga tidak masalah,” jelasnya.
Jalal menambahkan, semua sekolah yang menjadi titik distribusi MBG menerima menu dari dapurnya dengan baik, bahkan beberapa sekolah membuat testimoni video.
Karangtalun Bukan Wilayah Distribusi Utama
Jalal menjelaskan Desa Karangtalun sebenarnya bukan wilayah operasional dari dapur SPPG Sidomulyo karena jarak dan medan yang cukup jauh. Penerima manfaat di wilayah tersebut akan dialihkan ke dapur SPPG Banjarejo 4 setelah operasional.
“Saat ini desa itu masuk wilayah kami karena dapur Banjarejo 4 belum beroperasi, tapi ke depan bukan wilayah kami lagi,” terangnya.
Baca juga: Dapur Dinilai Tak Layak, Mitra BGN di Sidomulyo Komitmen Selesaikan 10 PR Dinkesda Blora
Distribusi Terkendala Jarak dan Akses Jalan
Jalal menyebut kendala utama adalah jarak yang jauh dan kondisi jalan yang kurang memadai. Untuk itu, pihaknya menyiapkan tiga armada pengantaran, termasuk mobil double cabin 4×4 agar pengiriman tepat waktu.
“Jalan menuju titik penerima banyak yang rusak, tapi kami tetap berusaha melayani, termasuk sekolah yang minta MBG,” katanya.
Jalal berencana untuk menyerahkan titik distribusi yang terlalu jauh ke dapur SPPG baru (Banjarejo 4) jika sudah beroperasi. Langkah ini diambil agar pengiriman lebih efisien dan tepat waktu.
“Kalau dapur keempat sudah jalan, nanti wilayah yang jauh ke barat akan kami serahkan ke sana,” ujarnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










