Rabu, Januari 7, 2026
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kerjasama & Iklan
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Harianmuria.com
No Result
View All Result

Beranda - Nasional - Tanggapan Kemenag Pati Soal Haji Metaverse: Tidak Sesuai Syariat Islam

Tanggapan Kemenag Pati Soal Haji Metaverse: Tidak Sesuai Syariat Islam

Sekar Sari by Sekar Sari
01 Oktober 2022 11:27
in Nasional, Highlight
0 0
Kasi Haji dan Umroh Kemenag Pati, Abdul Hamid saat dimintai tanggapan soal Haji Metaverse. (Arif Febriyanto/Harianmuria.com)

Kasi Haji dan Umroh Kemenag Pati, Abdul Hamid saat dimintai tanggapan soal Haji Metaverse. (Arif Febriyanto/Harianmuria.com)

Share on FacebookShare on WatsApp

PATI, Harianmuria.com – Peluncuran metaverse atau Augmented Reality (AR) di masyarakat saat ini tengah menarik perhatian jagat maya. Semua kalangan penasaran ingin menjajal inovasi ini, tidak terkecuali dunia haji.

Saat pandemi Covid-19 dua tahun belakang, pemerintah Arab Saudi mencoba mengenalkan sebuah terobosan yang disebut sebagai Haji Metavers. Meski masih dalam tahap uji coba, tapi haji metaverse sudah mengundang banyak argumen dari banyak kalangan terutama para pemuka agama Islam.

Sebagaimana diketahui, haji metaverse sendiri memungkinkan manusia yang secara normal melakukan aktivitas secara nyata di rubah menjadi avatar 3D. Avatar inilah yang digunakan sebagai representasi sesuatu, contohnya Baitullah. Sehingga siapapun dapat melakukan suatu kegiatan secara virtual dengan melibatkan seluruh anggota badan.

Mengetahui hal itu, Harianmuria.com mencoba menggali pemahaman keberadaan haji metaverse ini dengan meminta tanggapan kepada sejumlah tokoh keagamaan di Kabupaten Pati. Dalam hal ini, terpilihlah Kepala Seksi (Kasi) Pelaksanaan Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati Abdul Hamid.

Abdul Hamid saat diwawancarai mengaku tidak setuju jika pelaksanaan ibadah haji ke tanah suci diganti dengan haji metaverse yang pelaksanaannya dilakukan secara virtual.

“Regulasi dari pemerintah tidak ada yang namanya haji metaverse. Haji ya haji. Jadi haji metaverse itu hanya istilah terminologi yang muncul belakangan ini, yang kebetulan sekarang ini adalah dunia digital yang pada akhirnya muncul kemudian disebut haji metaverse,” ungkap Abdul Hamid, Kamis (29/9).

Ia juga menyatakan bahwa haji semacam ini tidak sesuai dengan hukum dan syariat Islam. Meski inovasi ini terkesan sangat modern, tapi ibadah tetap harus dilaksanakan di tempat yang sesungguhnya.

“Secara syar’i tidak diperkenankan dan secara regulasi juga tidak mengatur. Itu hanya inovasi orang-orang yang ahli teknologi saja untuk mempermudah orang melihat Masjid Nabawi, Masjidil Haram, seolah-olah berada di sana. Padahal itu hanya ilusi atau gambar saja,” imbuhnya.

Mengingat wacana haji metaverse masih berupa uji coba, Abdul Hamid menegaskan bahwa hingga kini inovasi tersebut belum pernah sampai ke Indonesia.

“Prakteknya di Indonesia belum ada yang memanfaatkan itu, seperti yang diberitakan. Untuk hari ini belum ada yang menggunakan cara-cara seperti itu (haji metavers),” lanjutnya.

Manasik Haji

Abdul Hamid mengira, terobosan haji metaverse ini merupakan bentuk kerinduan umat muslim akan rumah Allah selama kebijakan penutupan Makkah kala itu.

“Untuk hukum nya sendiri, kalau hanya sekedar upaya untuk semakin orang rindu ke Baitullah, senang kepada Rasulullah, tentu itu boleh-boleh saja tidak ada persoalan yang terkait dengan itu. Yang menjadi persoalan kemudian adalah ketika itu dianggap sebagai sebuah kegiatan Ibadah yang benar-benar seperti Ibadah sungguhan itu yang salah,” tutupnya.

Namun tidak menampik kemungkinan apabila haji metaverse ini dipergunakan sebagai latihan atau manasik, Abdul Hamid menilai hal tersebut masih wajar dan sah-sah saja. Asalkan haji metaverse tidak dijadikan pengganti dari ibadah haji yang sesungguhnya.

“Mengenai manasik haji itu seperti orang menghadiri majelis taklim. Silahkan saja. Kalau manasik haji memakai model seperti itu malah bagus, karena itu lebih mendekatkan pemahaman orang terhadap sesuatu yang real, meski itu hanya ilusi atau virtual saja itu malah memberikan kemudahan untuk memahami. Untuk pembinaan, bimbingan manasik justru itu cara yang bagus, tapi kalau untuk bimbingan haji sungguhan itu tidak sah dan tidak diperbolehkan,” jelasnya.

Teknologi semacam ini tentu saja memerlukan biaya yang cukup mahal. Tapi di sisi lain, hal semacam ini dinilai mampu membuat seluruh elemen masyarakat yang tidak mempunyai cukup uang atau keterbatasan usia dapat ikut melihat Ka’bah atau rumah Allah meski secara virtual.

Jika memang ke depannya haji metaverse akan diadakan di Indonesia, ia menilai ini adalah suatu hal yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.

“Yang mana cara tersebut malah lebih efisien untuk bimbingan manasik haji. Bukan untuk ibadah hajinya. Karena bakal lebih memahamkan calon jemaah haji,” tandasnya. (Lingkar Network | Arif Febriyanto – Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: haji metaverseInfo MuriaInfo PatiKemenag Patipati

Related Posts

KP2MI menyalurkan bantuan bagi Pekerja Migran Indonesia korban kebakaran apartemen Tai Po Hong Kong, wujud kehadiran negara melindungi PMI di tengah musibah.
News

Negara Hadir: KP2MI Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Apartemen Tai Po Hong Kong

29 Desember 2025
Komdigi memperkuat pengawasan ruang digital merespons lonjakan trafik internet nasional, melalui PP Tunas, pengawasan platform digital, dan penindakan konten ilegal.
News

Respons Lonjakan Aktivitas Internet, Komdigi Perkuat Pengawasan Ruang Digital

24 Desember 2025
KP2MI memfasilitasi pemulangan 9 jenazah PMI korban kebakaran di Hong Kong secara bertahap serta memberikan pendampingan dan bantuan bagi keluarga korban.
News

KP2MI Fasilitasi Pemulangan 9 Jenazah PMI Korban Kebakaran di Hong Kong

23 Desember 2025
Analis Ngasiman Djoyonegoro menilai Perkap 10/2025 masih dalam koridor konstitusional dan bukan pelanggaran Putusan MK, dengan tujuan menegaskan kepastian hukum penugasan anggota Polri.
News

Analis Nilai Perkap 10/2025 Konstitusional, Tak Bertentangan dengan Putusan MK

15 Desember 2025
Load More
Next Post
MENGARAHKAN: Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta saat sedang memberikan arahan kepada peserta Pelatihan Teknis Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM). (Muslichul Basid/Harianmuria.com)

Pj Bupati Jepara Berharap Penyuluh Pertanian Mampu Entaskan Kemiskinan

Berita Utama

BPBD Jepara sigap menangani berbagai bencana Desember 2025, mulai pohon tumbang, rumah rusak, hingga evakuasi warga dan hewan berbahaya.
Jepara

BPBD Jepara Gerak Cepat Tangani Serangkaian Kejadian Bencana Selama Desember 2025

15 Desember 2025
BPBD Jepara menyalurkan bantuan logistik kepada warga Desa Tunahan, Kecamatan Keling, yang terdampak angin kencang.
Jepara

BPBD Jepara Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Tunahan

10 Desember 2025
BPBD Jepara menerima bantuan truk tangki 4.000 liter dari pemerintah pusat untuk memperkuat armada penanggulangan bencana, khususnya distribusi air bersih di wilayah rawan kekeringan.
Jepara

BPBD Jepara Terima Truk Tangki 4.000 Liter, Perkuat Armada Penanggulangan Bencana

10 Desember 2025
BPBD Jepara mengirim satu personel untuk membantu penanganan banjir di Sumatra Barat sebagai bentuk dukungan Pemprov Jateng terhadap percepatan pemulihan pascabencana.
Jepara

BPBD Jepara Tugaskan Satu Personel Bantu Penanganan Banjir di Sumatra Barat

9 Desember 2025
Harianmuria.com

Adalah media online yang menayangkan berita terbaru di Jawa Tengah. Berita yang kami sajikan padat, terpercaya, dan mencakup informasi terkini di wilayah Karesidenan Pati.

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Alamat Kantor
  • Hubungi Kami

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
  • Tim Redaksi

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS