KENDAL, Harianmuria.com – Para Pedagang Pasar Relokasi Terminal Bahurekso, Desa Jenarsari, Kecamatan Gemuh akhirnya bisa tersenyum gembira. Pasalnya, Pemerintah Kabupaten Kendal telah menyetujui pemindahan para pedagang tersebut ke lokasi baru yakni di Terminal Colt Kuning Weleri.
Disela-sela proses pembongkaran brak kosong di Pasar Relokasi Terminal Bahurekso Kendal, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Ferinando RAD Bonay, menjelaskan dikabulannya permintaan tersebut karena melihat jumlah pedagang yang menempati pasar relokasi hanya kurang dari 300 orang.
“Kenapa Pak Bupati mengambil kebijakan dengan mengijinkan pedagang untuk kembali ke Weleri. Karena sekarang posisi yang di sini (pasar relokasi) orangnya tinggal sedikit kurang lebih 300. Kalau kemarin pada saat kebakaran kita harus menampung kurang lebih 1800 pedagang ditambah yang kaki lima jumlahnya hampir 2000 pedagang,” ungkap Ferinando, Senin (19/9).
Ferinando menambahkan, saat ini pihaknya sedang berupaya memfasilitasi para pedagang dalam pembongkaran brak kosong dari pasar relokasi untuk didirikan di lokasi Terminal Colt Kuning Weleri.
“Kurang lebih untuk 300 pedagang, brak yang kita pindahkan jumlahnya ada 25 karena satu brak isinya sekitar 12,” jelasnya.
Ditambahkan, alokasi untuk pembongkaran hingga pemindahan brak untuk pedagang, pihaknya menyediakan anggaran sekitar Rp 200 juta.
“Biaya pemindahannya menggunakan alokasi anggaran yang ada di dinas perdagangan. Kita memang punya alokasi di UPTD Pasar yang biasanya digunakan buat kegiatan-kegiatan insidentil. Jadi untuk perbaikan pasar untuk kita gunakan anggaran itu,” imbuh Ferinando.
Sementara itu, perwakilan pedagang Pasar Relokasi Weleri, Indra Joni mengungkapkan dirinya mewakili para pedagang relokasi mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kendal terutama Bupati Kendal Dico M Ganinduto yang telah mengijinkan para pedagang untuk pindah ke Terminal Colt Kuning Weleri.
“Alhamdulillah, dari pertemuan terakhir sudah diizinkan untuk segera pindah ke terminal colt kuning dan difasilitasi oleh Pemda, kita juga sudah dikenalkan oleh calon investor,” ungkap Indra.
Proses pemindahan para pedagang akan dilakukan secara bertahap dengan target satu bulan selesai. Dan rencananya ada 261 pedagang aktif di pasar relokasi yang akan dipindahkan.
“Hari ini mulai dibongkar braknya untuk dipindahkan ke terminal colt kuning. Kami sudah sepakat untuk penataan di serahkan kepada pedagang. Nanti tiap pedagang akan mendapatkan lapak ukuran 2×2 meter,” bebernya.
Indra Joni berharap dengan pemindahan pedagang ini nantinya para pedagang bisa berjualan dengan omzet lebih baik dan bisa memperbaiki perekonomian mereka. (Lingkar Network | Ariz Maulana – Harianmuria.com)










