Kamis, Januari 8, 2026
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kerjasama & Iklan
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Harianmuria.com
No Result
View All Result

Beranda - Seputar Jateng - Lestarikan Tradisi Guyang Cekathak, Warga Colo Langsungkan Doa Bersama dan Kirab

Lestarikan Tradisi Guyang Cekathak, Warga Colo Langsungkan Doa Bersama dan Kirab

Sekar Sari by Sekar Sari
01 Oktober 2022 09:11
in Seputar Jateng, Kudus
0 0
Pengurus Yayasan Masjid dan Makam Sunan Muria (YM2SM) tengah mencuci pelana kuda Sunan Muria di Sendang Rejoso, Colo, Kudus, Jumat (30/9). (Hasyim Asnawi/Harianmuria.com)

Pengurus Yayasan Masjid dan Makam Sunan Muria (YM2SM) tengah mencuci pelana kuda Sunan Muria di Sendang Rejoso, Colo, Kudus, Jumat (30/9). (Hasyim Asnawi/Harianmuria.com)

Share on FacebookShare on WatsApp

KUDUS, Harianmuria.com – Akhir bulan September 2022 yang bertepatan dengan hari Jumat Wage, masyarakat Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus melangsungkan tradisi Guyang Cekathak. Tradisi yang sudah berlangsung lama dan turun temurun ini, merupakan bentuk pelestarian terhadap peninggalan Sunan Muria berupa pelana kuda.

Berbagai kegiatan dilangsungkan, mulai dari tahlil dan doa bersama dari pukul 07.00 WIB di Makam Sunan Muria, hingga pelaksanaan kirab. Tak kurang dari 300 warga baik pengurus yayasan, pedagang, tukang ojek, dan masyarakat setempat tampak guyub rukun membawa Guyang Cekathak beserta sedekah warga ke Sendang Rejoso untuk dibasuh.

Masih di lokasi yang sama, tahlil dan doa dibacakan kemudian diikuti prosesi pembasuhan pelana kuda Sunan Muria dengan air Sendang oleh para pengurus. Selepas prosesi berakhir, 350 porsi dawet Muria dibagikan kepada masyarakat setempat.

Juru kunci Sendang Rejoso sekaligus Bendahara YM2SM, Muhammad Bambang Budi Iriyanto mengatakan tradisi Guyang Cekathak sudah berlangsung lama dan turun temurun. Pihaknya berupaya melestarikan tradisi tersebut dengan mengajak semua elemen masyarakat terlibat.

Baca Juga:  Buntut Polemik Dancesport di Pendapa, Bupati Kudus Minta Maaf dan Tegur Ketua KONI

“Biasanya bertepatan dengan musim kemarau panjang, jadi sekaligus dalam rangka bersyukur, bersedekah kepada warga dan memohon doa minta hujan,” katanya, Jumat (30/9).

Ia pun menyebut tradisi ini tidak mengandung niatan syirik karena memang dalam rangka melestarikan tradisi. Sebab dalam prosesi mencuci cekathak atau pelana kuda, pihaknya juga membawa shalawat Nabi. Lalu air hasil basuhan tersebut juga ada yang diambil masyarakat untuk mengalap berkah dari Sunan Muria.

Sementara itu, sedekah yang diberikan kepada warga untuk selametan cukup beragam, mulai dari sayur urab, opor ayam, gulai kambing, hingga dawet sebagai simbol harapan warga akan datangnya hujan. Sedangkan Sendang Rejoso sendiri dipilih menjadi lokasi pelaksanaan, mengingat dulunya menjadi tempat berwudhu dan bebersih diri Sunan Muria.

Baca Juga:  281 Calon Jemaah Haji Kudus Belum Lunasi Bipih, Tahap II Dibuka hingga 9 Januari 2026

Sendang Rejoso sendiri dipercaya oleh masyarakat sekitar sebagai bekas tempat wudu Sunan Muria. Sehingga tradisi ini semula dilakukan untuk mengajak masyarakat sekitar Gunung Muria melestarikan sumber air yang berada di kawasan gunung Muria.

Berbeda dengan 2 tahun sebelumnya, pelaksanaan tradisi guyang cekathak sedikit berbeda. Dawet yang dalam tradisi lama di guyang-guyang atau dilemparkan ke udara, kini dialihkan dengan cara dibagikan kepada warga.

“Dulu diguyang ke udara dan mubazir karena terbuang sia-sia, makanannya juga terkena dawet sehingga tidak dimakan. Jadi setelah mendapat masukan warga, kini dibagikan kepada warga,” jelasnya.

Pihaknya berharap, tradisi Guyang Cekathak ini dapat diteruskan oleh generasi selanjutnya supaya tidak punah, sekaligus sebagai edukasi menjaga kelestarian alam gunung Muria. (Lingkar Network | Hasyim Asnawi – Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Dawet MuriaGuyang CekathakInfo KudusInfo MuriakudusSunan Muria

Related Posts

Produksi pertanian dan peternakan Rembang 2025 naik 6,84 persen, produksi padi melonjak hingga Rembang surplus beras hampir 30 bulan.
Rembang

Produksi Pertanian dan Peternakan Rembang 2025 Naik 6,84 Persen, Beras Surplus 30 Bulan

7 Januari 2026
Anggaran Dana Desa Jawa Tengah 2026 turun drastis dari Rp1 miliar menjadi Rp300 juta per desa.
Seputar Jateng

Anggaran Dana Desa Jateng 2026 Anjlok Drastis, dari Rp1 Miliar Kini Tinggal Rp300 Juta per Desa

7 Januari 2026
Kabupaten Semarang mencatat surplus beras 30.575 ton sepanjang 2025, mendukung target swasembada pangan nasional.
Semarang

Kabupaten Semarang Surplus Beras 30.575 Ton di 2025, Dukung Swasembada Pangan Nasional

7 Januari 2026
Kekurangan satu guru setelah pensiun, SD 2 Pasuruhan Lor Kudus terapkan sistem mengajar bergantian agar pembelajaran 183 siswa tetap berjalan.
Kudus

Kekurangan Guru, SD 2 Pasuruhan Lor Kudus Terapkan Sistem Mengajar Bergantian

7 Januari 2026
Load More
Next Post
AKBP Dandy Ario Yustiawan menyerahkan sembako beras ke pedagang es keliling. (R Teguh Wibowo/Harianmuria.com)

Polres Rembang Kembali Bagikan Sembako Gratis Kepada Masyarakat Terdampak Kenaikan BBM

Berita Utama

BPBD Jepara sigap menangani berbagai bencana Desember 2025, mulai pohon tumbang, rumah rusak, hingga evakuasi warga dan hewan berbahaya.
Jepara

BPBD Jepara Gerak Cepat Tangani Serangkaian Kejadian Bencana Selama Desember 2025

15 Desember 2025
BPBD Jepara menyalurkan bantuan logistik kepada warga Desa Tunahan, Kecamatan Keling, yang terdampak angin kencang.
Jepara

BPBD Jepara Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Tunahan

10 Desember 2025
BPBD Jepara menerima bantuan truk tangki 4.000 liter dari pemerintah pusat untuk memperkuat armada penanggulangan bencana, khususnya distribusi air bersih di wilayah rawan kekeringan.
Jepara

BPBD Jepara Terima Truk Tangki 4.000 Liter, Perkuat Armada Penanggulangan Bencana

10 Desember 2025
BPBD Jepara mengirim satu personel untuk membantu penanganan banjir di Sumatra Barat sebagai bentuk dukungan Pemprov Jateng terhadap percepatan pemulihan pascabencana.
Jepara

BPBD Jepara Tugaskan Satu Personel Bantu Penanganan Banjir di Sumatra Barat

9 Desember 2025
Harianmuria.com

Adalah media online yang menayangkan berita terbaru di Jawa Tengah. Berita yang kami sajikan padat, terpercaya, dan mencakup informasi terkini di wilayah Karesidenan Pati.

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Alamat Kantor
  • Hubungi Kami

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
  • Tim Redaksi

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS