BLORA, Harianmuria.com – Hari pertama bulan Ramadan aktivitas jual beli di Pasar Wulung, Kecamatan Randublatung, Blora terlihat sepi. Pasar yang biasanya ramai penuh sesak, Kamis (23/3) terlihat lengang. Hanya tampak beberapa penjual dan pembeli yang sedang bertransaksi. Bahkan tampak beberapa penjual tidur di lapak.
Sumami (60) penjual Cendol Cao mengungkapkan, jika sebenarnya kondisi ini sudah diketahui sehari sebelumnya. Banyak penjual yang sepakat akan libur di hari pertama puasa.
“Kemarin sudah janjian, Mas. Mau pada libur fokus puasa katanya,” ungkap nenek tiga cucu ini.
Meskipun sudah tahu pasar akan sepi, wanita yang sudah puluhan tahun berjualan di pasar ini tetap membuka lapaknya.
“Siapa tahu banyak pembeli yang kepasar, membeli dagangan saya. Kan bisa untuk bekal puasa, Nak,” katanya lirih.
Sumami menjelaskan, jika selain bulan puasa dirinya biasa menjual aneka kerupuk. Mulai kerupuk upil, kerupuk rambak maupun kerupuk bolong buntu.
“Selain kerupuk, kalau puasa begini saya jualan Cendol dan Cao. Biasanya orang nyari ini buat buka puasa,” ucapnya.
Dia mengaku, penjualan hari pertama puasa tidak seberapa karena sepinya pembeli.
“Dari pagi buta sampai siang begini baru dapat sedikit, Nak. Tetapi tetap bersyukur saja. Nrima ing pandum,” pungkasnya.
Senada dengan Sumami, Anis penjual sembako juga mengatakan hal yang sama. Hari pertama puasa, omzetnya turun 70 persen.
“Sepi sekali hari ini, mungkin besok sudah rame lagi,” katanya.
Dirinya memilih bertahan membuka lapaknya hingga siang karena menunggu sales dagangan datang.
“Kalau nggak ada sales, mungkin ikut tutup sekalian,” ucap wanita 33 tahun ini.
Di sisi lain, Yeni (39) salah seorang ibu rumah tangga yang hendak berbelanja di pasar Wulung merasa bingung karena tidak ada lapak yang buka.
“Mau cari menu buka puasa kok susah begini, padahal cuma mau sayur bening sama pindang kok susah, pada tutup,” katanya. (Lingkar Network | Hanafi – Harianmuria.com)










