Jumat, Januari 9, 2026
  • Box Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kerjasama & Iklan
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
No Result
View All Result
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
No Result
View All Result
Harianmuria.com
No Result
View All Result

Beranda - Seputar Jateng - Generasi Pengrajin Ukir di Jepara Sepi Peminat, Apa Alasannya?

Generasi Pengrajin Ukir di Jepara Sepi Peminat, Apa Alasannya?

Sekar Sari by Sekar Sari
19 Januari 2023 13:46
in Seputar Jateng, Jepara
0 0
Sejumlah perajin ukir di Jepara sedang mengerjakan pesanan mereka di sebuah bengkel mebel. (Aziz Afifi/Harianmuria.com)

Sejumlah perajin ukir di Jepara sedang mengerjakan pesanan mereka di sebuah bengkel mebel. (Aziz Afifi/Harianmuria.com)

Share on FacebookShare on WatsApp

JEPARA, Harianmuria.com – Sejumlah ancaman dihadapi oleh pengusaha furniture di Jepara, baik mebel maupun kerajinan ukir. Utamanya dari sisi pengrajin ukir yang terus berkurang dalam menaruh minat di bidang ukir.

Tantangan tersebut terlihat dari data yang disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Diskopukmnakertrans) Jepara Samiadji tempo hari. 

Ia menyatakan bahwa penyerapan tenaga kerja cenderung mengarah ke arah industri padat karya. Menurutnya, hal tersebut menjadi salah satu indikator ancaman.

“Penyerapan tenaga kerja saat ini yang banyak di sektor manufaktur atau industri. Prosentase sekitar kecil, hanya 14 persen di furniture dan 70 persen sekian jauh lebih banyak di industri,” ungkap Samiadji.

Faktor penurunan minat untuk melanjutkan keterampilan dari nenek moyang orang Jepara itu tidak terlepas dengan sistem pengupahan. Samiaji menuturkan, sebagian besar perajin mebel di Jepara memang belum dapat mengupah cukup layak. Sehingga beberapa pemuda Jepara memilih zona aman.

Baca Juga:  11 Siswa SDN 2 Jati Barat Jepara Diduga Keracunan Mi Goreng, 1 Masih Dirawat di Puskesmas

“Menjadi tantangan bagi pengusaha  furniture, karena tenaga kerja kini lebih tertarik di pabrik. Kerjanya dah pasti, jaminannya terpenuhi, paling tidak UMR. Di mebel kan masih ada di bawah UMR. Meski di atas UMR juga sudah ada. Tapi memang untuk skill tertentu atau pekerjaan tertentu,” jelasnya.

Ia menyebut, saat ini kisaran upah di industri mebel masih di bawah Rp 50 ribu per hari.

“Kalau upah yang di manajemen bagus UMR. Kalau yang kecil-kecil masih di bawah UMR. Tenaga paling bawah Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu  ada,” ungkapnya.

Untuk mengatasai masalah upah, Samiadji mengaku selalu mendahulukan dialog dengan para perajin. Sementara salah satu yang diusahakan dan diperbaiki oleh pemerintah, yaitu pembenahan sistem upah.

Baca Juga:  Dana Desa Jepara 2026 Dipangkas Rp34,7 Miliar, Pemdes Diminta Lebih Efektif Kelola Anggaran

“Tantangan upahnya. Kami sering diskusi agar upahnya layak, agar bisa menjadi sandaran masa depan,” tegasnya.

Sebagai informasi, dari data Diskopukmnakertrans Jepara saat ini, yang terdaftar di sistem perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik (OSS) perusahaan furniture sebanyak 235 perusahaan. Sedangkan untuk penyerapan karyawan mencapai 14.828 orang. (Lingkar Network | Aziz Afifi – Harianmuria.com) 

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Info JeparajeparaKerajinan UkirUkir Jepara

Related Posts

Polres Demak panen 5 ton jagung di Desa Sumberejo, Mranggen, sebagai dukungan swasembada pangan nasional dan program ketahanan pangan berbasis desa.
Demak

Dukung Swasembada Pangan, Polres Demak Panen 5 Ton Jagung di Desa Sumberejo

9 Januari 2026
Banjir mendadak kembali merendam Desa Pamotan Rembang setelah hampir tiga tahun aman.
Rembang

Banjir Mendadak Kembali Rendam Desa Pamotan Rembang setelah 3 Tahun Aman

9 Januari 2026
Bupati Rembang Harno melantik 59 pejabat Pemkab Rembang, tekankan profesionalisme dan integritas.
Rembang

59 Pejabat Pemkab Rembang Dilantik, Bupati Harno Tekankan Profesionalisme

9 Januari 2026
Tiga TPS di pusat Kota Weleri Kendal dirobohkan karena sering jadi lokasi pembuangan sampah liar.
Kendal

Jadi Tempat Pembuangan Liar, 3 TPS di Weleri Kendal Dirobohkan

9 Januari 2026
Load More
Next Post
Ilustrasi pembalut bekas darah haid. (Freepik/Harianmuria.com)

Pembalut Bekas Darah Haid Tidak Boleh Dibuang Sembarangan, Simak Penjelasannya

Berita Utama

BPBD Jepara sigap menangani berbagai bencana Desember 2025, mulai pohon tumbang, rumah rusak, hingga evakuasi warga dan hewan berbahaya.
Jepara

BPBD Jepara Gerak Cepat Tangani Serangkaian Kejadian Bencana Selama Desember 2025

15 Desember 2025
BPBD Jepara menyalurkan bantuan logistik kepada warga Desa Tunahan, Kecamatan Keling, yang terdampak angin kencang.
Jepara

BPBD Jepara Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Tunahan

10 Desember 2025
BPBD Jepara menerima bantuan truk tangki 4.000 liter dari pemerintah pusat untuk memperkuat armada penanggulangan bencana, khususnya distribusi air bersih di wilayah rawan kekeringan.
Jepara

BPBD Jepara Terima Truk Tangki 4.000 Liter, Perkuat Armada Penanggulangan Bencana

10 Desember 2025
BPBD Jepara mengirim satu personel untuk membantu penanganan banjir di Sumatra Barat sebagai bentuk dukungan Pemprov Jateng terhadap percepatan pemulihan pascabencana.
Jepara

BPBD Jepara Tugaskan Satu Personel Bantu Penanganan Banjir di Sumatra Barat

9 Desember 2025

Berita Trending

  • Belasan tahun rusak tanpa perbaikan, warga Desa Nglebur, Jiken, Blora swadaya memperbaiki jalan sepanjang 60 meter dengan dana patungan dan gotong royong.

    Belasan Tahun Rusak, Warga Nglebur Blora Swadaya Perbaiki Jalan 60 Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Kudus Periksa 10 Pegawai Buntut Video Viral Asusila, 2 Orang Dibebastugaskan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Salah, Begini Cara Bedakan Kartu Keluarga Asli dan Salinan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wartawan Dilarang Liput Kebakaran Sumur Minyak di Gandu Blora, Warga Blokade Akses Masuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Molor Seminggu, Pencairan Gaji ASN Blora Rp55,5 Miliar Mulai Diproses

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Harianmuria.com

Adalah media online yang menayangkan berita terbaru di Jawa Tengah. Berita yang kami sajikan padat, terpercaya, dan mencakup informasi terkini di wilayah Karesidenan Pati.

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS