BLORA, Harianmuria.com – Proyek overlay ruas jalan Kunduran–Ngawen–Blora, tepatnya di Jalan Gatot Subroto, mengalami kerusakan di sejumlah titik meski belum genap 100 hari selesai dikerjakan. Kondisi tersebut dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama saat malam hari.
Ruas jalan sepanjang 2,7 kilometer itu merupakan salah satu akses utama menuju Blora Kota dan baru selesai dikerjakan beberapa bulan terakhir.
Pengguna Keluhkan Kondisi Jalan Rusak
Salah satu pengguna jalan, Putra, warga Kecamatan Tunjungan, mengaku hampir setiap hari melintasi Jalan Gatot Subroto untuk bekerja di Blora Kota. Menurutnya, kerusakan jalan cukup berbahaya, terlebih saat berkendara malam hari.
“Kalau dari arah Blora ke Tunjungan itu cukup membahayakan. Apalagi kalau pulang malam dan berkendara santai di pinggir jalan, sering kaget karena jalannya rusak sebagian,” ujar Putra, Minggu, 21 Desember 2025.
Putra mengaku heran karena jalan tersebut baru saja selesai diperbaiki beberapa bulan lalu, namun kini sudah mengalami kerusakan.
“Senang sebenarnya karena jalannya jauh lebih bagus dari sebelumnya. Tapi aneh, kok sudah rusak, padahal belum ganti tahun,” tambahnya.
Baca juga: Proyek Overlay Jalan Gatot Subroto Blora Gunakan Aspal Asbuton, Tahan 5 Tahun
Masih Masa Garansi, Tanggung Jawab Rekanan
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Purwodadi, Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, Binawan Nur Tjahjono, menyatakan bahwa ruas jalan tersebut masih dalam masa pemeliharaan oleh pihak rekanan.
Dalam kontrak proyek, terdapat klausul masa garansi selama satu tahun setelah pekerjaan dinyatakan selesai.
“Masih masa pemeliharaan, jadi menjadi tanggung jawab rekanan,” kata Binawan singkat.
Binawan mengungkapkan, pihaknya telah mengetahui kerusakan tersebut dan sudah dua kali melayangkan surat teguran kepada rekanan pelaksana proyek.
“Bulan November dan awal Desember sudah kita surati. Sampai sekarang belum ada realisasi, baru janji-janji saja,” ujarnya.
Proyek Rp5,25 Miliar dari APBD Jateng
Diketahui, proyek overlay Jalan Gatot Subroto menelan anggaran Rp5,25 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2025.
Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Wira Nadi Suaccha, dengan pengawasan dari Bintang Sembilan Konsultan Bhakti Persada KSO.
Gunakan Aspal Asbuton, Usia Ideal 5 Tahun
Sebelumnya, Binawan menyebutkan bahwa proyek ini menggunakan aspal modifikasi asbuton, yakni aspal berbahan dasar batuan Buton asal Sulawesi Tenggara yang telah dimodifikasi.
Menurut Binawan, usia ideal aspal tersebut bisa mencapai 5 tahun apabila kendaraan yang melintasi jalan sesuai dengan ketentuan kelas jalan yang berlaku.
Binawan menjelaskan, ruas jalan Gatot Subroto tergolong jalan kelas III, dengan muatan sumbu terberat (MST) maksimal 8 ton, serta dimensi kendaraan maksimum lebar 2,2 meter, panjang 9 meter, dan tinggi 3,5 meter.
“Kalau kendaraan yang lewat melebihi MST, usia aspal bisa sangat singkat, bahkan bisa rusak hanya dalam beberapa bulan,” kata Binawan, Minggu, 7 September 2025.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










