BLORA, Harianmuria.com – Ruas Jalan Kunduran–Ngawen–Blora, tepatnya di Jalan Gatot Subroto, Kabupaten Blora, mulai diperbaiki menyusul munculnya sejumlah titik kerusakan, meskipun proyek peningkatan jalan tersebut belum genap 100 hari sejak selesai dikerjakan.
Kerusakan jalan sempat dikeluhkan masyarakat karena dinilai membahayakan keselamatan pengguna, terutama saat malam hari.
Lima Titik Jalan Rusak Ditangani
Kepala Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Purwodadi, Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, Binawan Nur Tjahjono, menyebut terdapat lima titik kerusakan berupa lubang dan penurunan permukaan aspal.
“Kerusakan berupa lubang dengan diameter bervariasi serta penurunan badan jalan. Ada titik dengan ukuran sekitar 7×5 meter, serta lubang 2×3 meter dengan kedalaman mencapai 0,5 meter,” jelas Binawan, Selasa sore, 23 Desember 2025.
Binawan menjelaskan, perbaikan dilakukan menggunakan material cement treated base (CTB) sebelum dilapisi kembali dengan aspal agar struktur jalan menjadi lebih kuat dan stabil.
Baca juga: Belum 100 Hari Rampung, Proyek Overlay Jalan Gatot Subroto Blora Sudah Rusak
Masih Masa Pemeliharaan, Tanggung Jawab Kontraktor
Diketahui, proyek overlay Jalan Gatot Subroto menelan anggaran sebesar Rp5,25 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2025.
Pekerjaan dilaksanakan oleh CV Wira Nadi Suaccha, dengan pengawasan Bintang Sembilan Konsultan Bhakti Persada KSO. Proyek dimulai pada Juni 2025 dengan masa pelaksanaan selama 90 hari kalender.
Binawan menegaskan bahwa ruas Jalan Gatot Subroto saat ini masih berada dalam masa pemeliharaan, sehingga seluruh pekerjaan perbaikan menjadi tanggung jawab pihak rekanan pelaksana proyek.
“Dalam kontrak terdapat klausul masa garansi satu tahun setelah pekerjaan dinyatakan selesai,” tegasnya.
Target Rampung H-1 Natal 2025
Perbaikan jalan ditargetkan rampung H-1 Natal 2025, yakni Rabu, 24 Desember 2025, agar arus lalu lintas kembali lancar dan aman.
“Sebagian ruas sudah dapat dilalui, namun pekerjaan masih berlangsung. Kami berharap cuaca mendukung dan tidak turun hujan agar perbaikan bisa selesai tepat waktu,” terangnya.
Ia juga mengimbau pengguna jalan agar tetap berhati-hati saat melintas di ruas yang masih dalam tahap pengerjaan.
Baca juga: Proyek Overlay Jalan Gatot Subroto Blora Gunakan Aspal Asbuton, Tahan 5 Tahun

Aspal Asbuton dan Batas Muatan Kendaraan
Sebelumnya, Binawan menyebutkan bahwa proyek ini menggunakan aspal modifikasi asbuton, yakni aspal berbahan dasar batuan Buton asal Sulawesi Tenggara yang telah dimodifikasi.
Menurut Binawan, usia ideal aspal tersebut bisa mencapai 5 tahun apabila kendaraan yang melintasi jalan sesuai dengan ketentuan kelas jalan yang berlaku.
Ruas Jalan Gatot Subroto merupakan jalan kelas III dengan batas muatan sumbu terberat (MST) maksimal delapan ton, lebar kendaraan 2,2 meter, panjang sembilan meter, dan tinggi 3,5 meter.
“Jika kendaraan yang melintas melebihi ketentuan MST, maka usia aspal bisa sangat singkat, bahkan bisa rusak hanya dalam beberapa bulan,” kata Binawan, Minggu, 7 September 2025.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










