KAB. SEMARANG, Harianmuria.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Semarang, Djarot Supriyoto, resmi melaporkan akun media sosial Instagram @dinaskegelapan_kaptensemarang ke Polres Semarang.
Langkah hukum ini diambil setelah akun tersebut menuduh Djarot meminta iuran kepada perangkat daerah untuk membeli Yamaha N-Max dan karikatur perpisahan menjelang masa pensiunnya.
Dalam unggahan yang viral, akun itu juga menyertakan potongan surat yang mencantumkan nominal minimal iuran sebesar Rp600 ribu per perangkat daerah, lengkap dengan nomor rekening dan batas waktu transfer.
“Tentu hal seperti ini harus ditindak tegas. Sudah banyak yang menanggapi dan memperkeruh suasana, jadi saya laporkan ke Polres Semarang untuk diusut tuntas siapa pelaku penyebaran hoaks ini,” kata Djarot.
Baca juga: Viral Isu Iuran N-Max untuk Sekda Semarang Dibantah, Djarot Siap Tempuh Jalur Hukum
Tudingan Pungli Pengaruhi Internal Pemkab
Djarot menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak hanya mencoreng nama baiknya secara pribadi, tetapi juga berpengaruh buruk terhadap iklim kerja di lingkungan Pemkab Semarang.
“Tidak hanya mencemarkan nama baik saya dan keluarga, tapi juga menimbulkan ketidakpercayaan di internal Pemkab. Bisa timbul kecurigaan antarpegawai,” ujarnya.
Ia menyebut bahwa jabatan Sekda adalah posisi strategis yang seharusnya menjadi panutan di pemerintahan. Karena itu, ia merasa perlu mengambil tindakan hukum untuk menjaga kehormatan institusi.
Sekda: Demi Allah, Tidak Pernah Minta Iuran
Menanggapi unggahan tersebut, Djarot secara tegas membantah meminta iuran untuk acara pensiun. Ia bahkan menyatakan tidak menginginkan adanya acara perpisahan.
“Demi Allah saya tidak pernah meminta iuran untuk kepentingan pribadi. Bahkan saya tidak ingin ada acara perpisahan. Kalau pun ada, itu bukan dari saya,” tegasnya.
Menurutnya, informasi bohong yang disebarkan tersebut membuat keluarga merasa tersinggung dan mendesaknya untuk segera mengambil langkah hukum.
Buka Peluang Klarifikasi, Proses Hukum Jalan Terus
Meskipun telah melapor ke polisi, Djarot membuka pintu komunikasi bagi pihak yang merasa bertanggung jawab atas unggahan tersebut.
“Silakan kalau mau klarifikasi langsung dengan saya, kapan dan di mana pun. Tapi jangan sembunyi dan membuat kegaduhan di publik seperti ini,” ujarnya.
Ia juga meminta penyidik Polres Semarang mengungkap identitas pengelola akun dan motif di balik penyebaran hoaks tersebut. “Saya ingin kasus ini diusut tuntas. Harus jelas siapa admin akun itu dan apa motifnya menyebarkan fitnah yang tidak masuk akal ini,” tambahnya.
Pihak Satreskrim Polres Semarang telah menerima laporan dari Djarot Supriyoto dan menyatakan akan menindaklanjuti kasus ini sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Sumber: Lingkar Network
Editor: Basuki










