Kamis, Januari 8, 2026
  • Box Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kerjasama & Iklan
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
No Result
View All Result
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
No Result
View All Result
Harianmuria.com
No Result
View All Result

Beranda - Artikel - Pelukan Kemerdekaan di Pintu Kepulangan

Pelukan Kemerdekaan di Pintu Kepulangan

Basuki by Basuki
16 Agustus 2025 14:44
in Artikel, Nasional, Umum
0 0
Pemerintah RI di bawah Presiden Prabowo memulangkan 264 pekerja migran bermasalah dari Malaysia.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Abdul Kadir Karding mendengarkan kisah pilu PMI Ilegal saat bekerja di Malaysia di Selter BP3MI Jakarta. (Istimewa/Harianmuria.com)

Share on FacebookShare on WatsApp

Harianmuria.com – Di bawah program prioritas Presiden Prabowo, 264 pekerja migran Indonesia yang bermasalah (PMIB) dipulangkan dari Malaysia. Mereka mendapatkan jaminan layanan kesehatan gratis, perlindungan, dan kepastian masa depan bagi anak-anak mereka.

Tanggal 14 Agustus 2025 menjadi momen tak terlupakan bagi 264 orang yang akhirnya bisa kembali ke tanah air setelah bertahun-tahun terpisah dari keluarga. Mereka adalah para pekerja migran yang dipulangkan lewat kebijakan repatriasi. Jika bagi sebagian orang ini hanyalah berita biasa, bagi mereka ini adalah titik balik hidup—akhir dari luka panjang dan awal dari lembaran baru yang penuh harapan.

Mereka datang membawa berbagai cerita pilu: 20 anak yang kehilangan masa bermain, 101 perempuan yang pernah merasakan beban kerja tanpa batas, dan ratusan lainnya yang menanggung kelelahan fisik dan batin. Ada yang pulang dengan koper usang, bahkan ada yang hanya membawa tas plastik. Luka tak kasat mata juga dibawa serta – trauma kekerasan, gaji yang tak pernah dibayar selama bertahun-tahun, dan perlakuan yang jauh dari kata manusiawi.

Pemerintah Hadir, Bukan Sekadar Menjemput

Bagi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), proses ini bukan sekadar penjemputan, melainkan wujud nyata dari amanat konstitusi untuk melindungi seluruh tumpah darah Indonesia.

Setibanya di tanah air, para PMIB tidak langsung dipulangkan. Mereka ditampung sementara di selter dan rumah aman milik pemerintah. Di sana, mereka menerima cek kesehatan fisik dan mental secara gratis, bagian dari program prioritas Presiden Prabowo yang kini juga menyentuh para pekerja migran. Layanan ini tidak hanya memastikan kondisi fisik mereka pulih, tetapi juga membantu memulihkan luka batin akibat pengalaman pahit di negeri orang.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Abdul Kadir Karding, hadir langsung di selter BP3MI Jakarta. Dengan tatapan penuh empati, ia menyalami satu per satu PMIB, mendengarkan kisah mereka, bahkan terdiam saat seorang ibu bercerita tentang 11 tahun hidupnya tanpa gaji, hanya diberi makan sekadarnya. “Saya ingin memastikan setiap pekerja migran yang kembali mendapat pelayanan terbaik. Bukan hanya tubuhnya yang sehat, tapi juga hatinya yang pulih,” ujar Karding.

Kisah di Balik Kepulangan

Dari ratusan kisah yang dibawa pulang, salah satunya menggugah hati: seorang bapak paruh baya yang matanya berkaca-kaca saat menceritakan bagaimana ia bekerja tiada henti dari pagi hingga larut malam, tidur di lantai gudang, tanpa satu sen pun upah. Ada juga seorang ibu yang membawa anaknya, lahir dan besar di negeri asing, yang baru pertama kali menginjakkan kaki di tanah airnya.

Kisah-kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik angka 264 orang, ada ribuan hari penuh keringat, air mata, dan kerinduan yang tertahan.

Perintah Presiden: Layani Sampai ke Rumah

Menteri Karding memastikan bahwa setiap PMI akan diantar hingga ke rumah masing-masing. Pemerintah pusat berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan proses pemulangan berjalan lancar. Bus-bus disiapkan, biaya transportasi ditanggung, dan komunikasi dengan keluarga difasilitasi.

“Ini adalah perintah langsung dari Presiden. Tidak boleh ada satu pun warga negara kita yang dibiarkan pulang tanpa perlindungan. Mereka berhak mendapatkan layanan terbaik, apa pun statusnya,” tegas Karding.

Layanan ini bukan hanya soal logistik, tetapi juga soal restorasi martabat. Mereka kembali sebagai warga negara yang setara, bukan sebagai “pekerja ilegal” yang dicap negatif.

Pesan Keras: Jangan Berangkat Secara Ilegal

Di hadapan para PMIB, Karding menyampaikan pesan penting: “Tolong sampaikan kepada keluarga dan kerabat, jangan lagi berangkat secara ilegal. Risikonya terlalu besar. Jika ada niat kuat bekerja di luar negeri, pemerintah siap memfasilitasi secara resmi, aman, dan bermartabat.”

Pemerintah berharap pesan ini menjadi tameng untuk mencegah kisah pilu serupa terulang. Jalan resmi selalu tersedia, mulai dari pelatihan keterampilan, pembekalan bahasa, hingga penempatan yang dilindungi oleh hukum.

Kemerdekaan yang Mereka Rasakan

Bagi sebagian orang, Hari Kemerdekaan adalah pesta rakyat, lomba panjat pinang, atau karnaval bendera. Namun, bagi 264 jiwa ini, kemerdekaan adalah bisa tidur di rumah sendiri tanpa rasa takut, bisa makan tanpa dihitung-hitung, dan bisa memandang langit Indonesia tanpa khawatir dikejar aparat imigrasi.

Di selter, saat lagu “Indonesia Raya” diputar, beberapa dari mereka berdiri dengan tubuh gemetar, tangan di dada, air mata tak terbendung. Mereka mungkin tidak ikut merebut kemerdekaan pada 1945, tetapi mereka baru saja merebut kembali hak-hak mereka sebagai manusia di tahun 2025 ini.

Sebanyak 264 Pekerja Migran Indonesia dipulangkan dari Malaysia dan mendapat perlindungan serta layanan kesehatan gratis.
Petugas KP2MI memberikan layanan kepada PMIB dan anaknya di Lounge PMI Bandara Kualanamu, Medan. (Istimewa/Harianmuria.com)

Tanggung Jawab yang Tak Pernah Usai

Kisah kepulangan ini hanyalah bagian dari kerja panjang KP2MI. Masih banyak pekerja migran di luar sana yang membutuhkan uluran tangan negara. Karding menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, perlindungan pekerja migran menjadi prioritas nasional—tidak hanya bagi mereka yang berangkat resmi, tetapi juga bagi yang terjebak dalam status ilegal.

Program cek kesehatan gratis, bantuan hukum, layanan psikolog, hingga fasilitasi pendidikan bagi anak-anak pekerja migran menjadi langkah nyata. “Anak-anak pekerja migran akan kita dorong masuk sekolah rakyat, agar mereka tidak menjadi korban lingkaran kemiskinan. Pendidikan adalah kemerdekaan yang sesungguhnya,” kata Karding.

Merah Putih yang Menyambut

Matahari sore mulai condong ke barat ketika bus-bus yang membawa para PMIB meninggalkan selter. Di setiap jendela, ada wajah yang menatap keluar – mencari kampung halaman, menanti pelukan keluarga.

Bendera Merah Putih berkibar di sepanjang jalan yang akan mereka lewati. Di momen ini, kemerdekaan terasa lebih nyata. Tidak lagi sekadar seremonial di lapangan, tapi hidup di hati mereka yang baru saja kembali dari perantauan, membawa luka dan harapan baru.

Hari itu, Indonesia tidak hanya merayakan kemerdekaan dari penjajah, tetapi juga kemerdekaan warganya dari belenggu penindasan di negeri orang. Dan pemerintah, melalui KP2MI, telah membuktikan bahwa Merah Putih akan selalu hadir untuk melindungi setiap anak bangsa—di mana pun mereka berada, apa pun kondisinya.

Penulis:
Dr. M. Fachri Labalado, SSTP, M.Si
Wakil Sekretaris Jenderal Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Abdul Kadir Kardingkepulangan PMIkesehatan PMIKP2MIPekerja Migran Indonesiaperlindungan pekerja migranPMI ilegalPMIBPresiden Praboworepatriasi PMI

Related Posts

Dindikbud Demak pastikan gaji ke-13 dan THR guru PAI cair Januari 2026.
Demak

Dindikbud Demak Pastikan Gaji ke-13 dan THR Guru PAI Cair Januari 2026

8 Januari 2026
Sebanyak 11 siswa SDN 2 Jati Barat Jepara diduga keracunan setelah konsumsi mi goreng pedagang keliling, satu siswa masih dirawat di Puskesmas.
Jepara

11 Siswa SDN 2 Jati Barat Jepara Diduga Keracunan Mi Goreng, 1 Masih Dirawat di Puskesmas

8 Januari 2026
Sektor pasar Blora sumbang Rp7,7 miliar ke PAD tahun 2025, melampaui target Rp7,1 miliar.
Blora

Sektor Pasar Blora Sumbang Rp7,7 Miliar ke PAD, Lampaui Target 2025

8 Januari 2026
Unik, SPPG Ngawen 2 Blora kirim menu MBG dengan sopir berkostum wayang untuk meningkatkan antusias siswa di hari pertama sekolah.
Blora

Unik, SPPG Ngawen 2 Blora Antar Menu MBG Pakai Sopir Berkostum Wayang

8 Januari 2026
Load More
Next Post
Bupati Kudus mencopot Dirut Perusda Kudus Harun Rosyid karena penggelapan dan wanprestasi.

Dirut Perusda Kudus Dicopot karena Penggelapan, Wajib Kembalikan Rp180 Juta

Berita Utama

BPBD Jepara sigap menangani berbagai bencana Desember 2025, mulai pohon tumbang, rumah rusak, hingga evakuasi warga dan hewan berbahaya.
Jepara

BPBD Jepara Gerak Cepat Tangani Serangkaian Kejadian Bencana Selama Desember 2025

15 Desember 2025
BPBD Jepara menyalurkan bantuan logistik kepada warga Desa Tunahan, Kecamatan Keling, yang terdampak angin kencang.
Jepara

BPBD Jepara Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Tunahan

10 Desember 2025
BPBD Jepara menerima bantuan truk tangki 4.000 liter dari pemerintah pusat untuk memperkuat armada penanggulangan bencana, khususnya distribusi air bersih di wilayah rawan kekeringan.
Jepara

BPBD Jepara Terima Truk Tangki 4.000 Liter, Perkuat Armada Penanggulangan Bencana

10 Desember 2025
BPBD Jepara mengirim satu personel untuk membantu penanganan banjir di Sumatra Barat sebagai bentuk dukungan Pemprov Jateng terhadap percepatan pemulihan pascabencana.
Jepara

BPBD Jepara Tugaskan Satu Personel Bantu Penanganan Banjir di Sumatra Barat

9 Desember 2025

Berita Trending

  • Belasan tahun rusak tanpa perbaikan, warga Desa Nglebur, Jiken, Blora swadaya memperbaiki jalan sepanjang 60 meter dengan dana patungan dan gotong royong.

    Belasan Tahun Rusak, Warga Nglebur Blora Swadaya Perbaiki Jalan 60 Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Salah, Begini Cara Bedakan Kartu Keluarga Asli dan Salinan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Guru ASN Blora Sumringah, Anggaran Rp40,73 Miliar Cair untuk Gaji ke-13 dan THR

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wartawan Dilarang Liput Kebakaran Sumur Minyak di Gandu Blora, Warga Blokade Akses Masuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Kudus Periksa 10 Pegawai Buntut Video Viral Asusila, 2 Orang Dibebastugaskan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Harianmuria.com

Adalah media online yang menayangkan berita terbaru di Jawa Tengah. Berita yang kami sajikan padat, terpercaya, dan mencakup informasi terkini di wilayah Karesidenan Pati.

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS