KENDAL, Harianmuria.com – Corak batik Pramesti khas Kabupaten Kendal masuk daftar 12 besar wastra batik terbaik se-Indonesia.
Batik Pramesti dikenalkan oleh mantan Bupati kendal, Widya Kandi Susanti. Pembuatan batik tersebut memiliki keunikan tersendiri karena dibuat menggunakan pewarna alami serta corak batik yang mengangkat kekayaan daerah setempat.
Widya mengatakan setelah menyelesaikan tugasnya sebagai Bupati Kendal, dirinya memilih untuk berkarya melalui dunia fesyen dan wastra.
Menurutnya, penggunaan pewarna alami menjadi salah satu upaya menciptakan produk batik yang lebih ramah lingkungan sekaligus mempertahankan nilai budaya lokal.
“Kita harus selalu berinovasi. Di era modern ini kita harus kembali ke alam supaya alam kita tetap terjaga dengan baik. Kita berusaha menciptakan batik yang ramah lingkungan, yaitu dengan pewarnaan alam,” ujarnya, Senin, 24 Agustus 2026.
Batik Pramesti juga mulai mendapat perhatian dari pasar luar negeri. Sejumlah konsumennya berasal dari Korea, Jepang, Eropa dan negara lainnya yang memiliki ketertarikan terhadap batik dengan pewarna alami.
“Customer saya banyak yang dari luar negeri karena mereka suka batik warna alami. Untuk harganya, Batik Pramesti dibanderol mulai dari sekitar Rp750 ribu hingga jutaan rupiah, tergantung desain, bahan dan proses pembuatannya,” ungkapnya.
Salah satu kekuatan Batik Pramesti adalah keberanian mengangkat pohon Kendal sebagai ikon motif. Tidak hanya bentuk pohonnya, motif juga dikembangkan dari bunga, daun, buah hingga biji pohon Kendal.
“Kalau batik saya, motifnya dari pohon Kendal, baik bunganya, daunnya, buahnya maupun bijinya. Kita harus punya ikon sendiri,” terangnya.
Selain mengembangkan desain, Widya juga mengaitkan filosofi pohon Kendal dengan energi positif. Pohon Kendal memiliki kandungan antioksidan dan secara filosofis diyakini membawa energi positif.
“Harapan saya, orang yang memakai batik saya bisa punya energi positif. Karena kalau energinya positif kan pasti selalu bahagia, sehat dan panjang umur,” ungkapnya.
Widya berharap pengembangan motif tersebut dapat menjadi identitas tersendiri bagi batik Kendal. Ia juga mendorong para pembatik di daerah untuk terus melakukan inovasi agar batik Kendal semakin dikenal luas.
“Saya berpesan kepada para pembatik Kendal agar terus berinovasi dalam mengembangkan desain motif batik Kendal. Kita harus punya ikon sendiri,” tegasnya.
Dalam waktu dekat, Batik Pramesti akan kembali diperkenalkan dalam ajang Pameran Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 yang dijadwalkan pada 27–29 Agustus 2026 di Tangerang, Banten.
Pameran tersebut menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan produk unggulan daerah, sekaligus membuka peluang transaksi, investasi dan kerja sama jejaring global.
“Harapan saya keikutsertaan dalam berbagai pameran inu diharapkan dapat membuka pasar Batik Pramesti sekaligus membawa nama batik Kendal agar semakin dikenal, baik di tingkat nasional maupun mancanegara,” pungkasnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa











