• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Minggu, Oktober 18, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Sejarawan Peter Carey Minta Pemerintah Tinjau Ulang Sistem Pemberian Gelar Pahlawan Nasional

Basuki by Basuki
12 November 2025
in News
67 3
Sejarawan Inggris Peter Carey meminta pemerintah Indonesia meninjau ulang sistem pemberian gelar pahlawan nasional usai kontroversi gelar kepada Soeharto.

Sejarawan Inggris Peter Carey saat mengikuti acara bedah buku di Kota Semarang beberapa waktu lalu. (Lingkarnews Network / Harianmuria.com)

539
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

SEMARANG, Harianmuria.com – Sejarawan terkemuka asal Inggris, Peter Carey, meminta pemerintah Indonesia untuk meninjau ulang sistem pemberian gelar pahlawan nasional. Seruan ini muncul di tengah kontroversi publik setelah Presiden ke-2 RI, Soeharto, menerima gelar Pahlawan Nasional.

Menurut Peter, kebijakan tersebut bisa memberi pesan negatif bagi dunia internasional, mengingat sejumlah kebijakan Orde Baru yang dinilai melanggar prinsip kemanusiaan.

“Kita mengingat agresi terhadap wilayah tetangga saat itu, Timor Timur Portugis (kini Timor-Leste), pada 6–7 Desember 1975, yang berakhir dengan resolusi PBB dan menandai pendudukan ilegal Indonesia hingga 1999,” ujar Peter saat dihubungi, Rabu, 12 November 2025.

Agresi Timor Timur Langgar Hukum Internasional

Peter menyebut, agresi militer di Timor Timur merupakan pelanggaran hukum internasional (breach of international law) yang dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

“Bagaimana mungkin sosok seperti itu dijadikan teladan bagi komunitas internasional? Pemberian gelar ini justru menjadi pembenaran atas tindakan-tindakan tersebut,” tegasnya.

Ia menilai bahwa mempertahankan sistem pemilihan dan pemberian gelar pahlawan nasional saat ini merupakan ciri ketidakdewasaan sebuah negara, karena keduanya merupakan upaya yang menghalangi sejarah yang bebas dari kepentingan politik.

“Kebijakan ini bisa mendistorsi sejarah. Penetapan pahlawan nasional ibarat undian lotre,” ujarnya.

Sistem Gelar Pahlawan Dinilai Tidak Konsisten

Peter, yang lebih dari 40 tahun meneliti Pangeran Diponegoro, menyoroti ketidakkonsistenan pemerintah dalam memberikan gelar pahlawan.

Ia mencontohkan, Sunan Pakubuwono VI ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada 1964, meski perannya dalam Perang Jawa nyaris tidak menonjol. Sedangkan Pangeran Diponegoro, tokoh utama dalam perang tersebut, baru mendapat gelar sembilan tahun kemudian, tepatnya pada 10 November 1973.

“Ini sama sekali tidak masuk akal. Sistem pahlawan nasional kita tidak memberi ruang bagi sejarah yang nyata,” kata Peter.

Peter juga menepis klaim yang menyebut Soeharto tidak terlibat dalam peristiwa 1965. Ia menegaskan bahwa berbagai kajian sejarah dan dokumen resmi telah membuktikan keterlibatan struktur komando pusat yang dipimpin oleh Soeharto.

“Klaim bahwa tidak ada bukti sama sekali sulit dipertahankan. Bukti-buktinya banyak dan sudah mapan dalam catatan sejarah,” ujarnya.

Seruan untuk Reformasi Sistem Sejarah

Sehingga, menurut Peter, jika ingin memupuk apresiasi dan pemahaman sehat terhadap sejarah Indonesia serta menghindarkannya dari tarik-menarik politik, langkah pertama yang harus diambil adalah menghapus sistem pahlawan nasional dan meninjau kembali sistem penulisan sejarah nasional. ‎

“Lebih baik membuka arsip sejarah supaya rakyat bisa meneliti sendiri dan menarik kesimpulan masing-masing,” tutupnya.

Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Orde Barupahlawan nasionalPeter Careysejarah Indonesiasistem gelar pahlawan nasionalSoehartoTimor Timur
SummarizeShare39SendShare
Previous Post

Pembayaran Ganti Rugi Lahan Bendungan Cabean Blora Ditargetkan Desember 2025

Next Post

BAZNAS dan Paragon Gelar Pelatihan Garmen di Kendal, Strategi Turunkan Pengangguran

Basuki

Basuki

Berita Terkait

Pemkot Semarang bersama UNDIP dan ANRI menggelar seminar internasional untuk memperkuat pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi ulama besar asal Semarang, K.H. Sholeh Darat.

Pemkot Semarang Gelar Seminar Internasional Dukung K.H. Sholeh Darat Jadi Pahlawan Nasional

by Basuki
11 November 2025
547

Pemkot Semarang bersama UNDIP dan ANRI menggelar seminar internasional untuk memperkuat pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi ulama besar asal Semarang, K.H. Sholeh Darat.

Tutut menanggapi pro dan kontra usai Soeharto resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional, menilai masyarakat kini lebih dewasa dalam menilai jasa sang ayah.

Soeharto Resmi Pahlawan Nasional, Tutut Tanggapi Pro-Kontra dan Isu HAM

by Basuki
10 November 2025
550

Putri Presiden ke-2 RI, Siti Hardijanti Hastuti (Tutut) menanggapi pro dan kontra usai Soeharto resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Ia menilai masyarakat kini lebih dewasa dalam menilai jasa...

Pemkot Semarang Kawal Pengusulan KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional

Pemkot Semarang Kawal Pengusulan KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional

by Basuki
11 Mei 2025
559

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan komitmen Pemerintah Kota Semarang untuk terus mengawal proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi KH Sholeh Darat.

RELA KEHUJANAN: Pj Bupati Kudus Muhamad Hasan Chabibie saat menyampaikan sambutan dalam acara Pasamuan Ta’sis dan Suluk Tajug Menara di depan Kawasan Menara Kudus, Selasa malam (30/1/2024). (Nisa Hafizhotus Syarifa/Harianmuria.com)

Pemkab Kudus Dukung Usulan Gelar Pahlawan Nasional untuk KH Raden Asnawi

by Sekar Sari
1 Februari 2024
540

Penjabat (Pj) Bupati Kudus Muhamad Hasan Chabibie memohon restu dan dukungan dari seluruh pihak terkait untuk menjadikan KH Raden Asnawi sebagai pahlawan nasional. Dirinya memuji ketekunan Kyai Asnawi dalam...

Load More

BERITA UTAMA

Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

17 Oktober 2026
552
Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
637
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
535
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
533

TRENDING HARI INI

  • Kawasan Sungai Kendal Padat Bangunan Rumah hingga Warung Bikin Normalisasi Terhambat

    Kawasan Sungai Kendal Padat Bangunan Rumah hingga Warung Bikin Normalisasi Terhambat

    179 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    115 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Proyek Embung Kaliombo Rembang Capai 77 Persen, Ditarget Selesai Akhir 2026

    105 shares
    Share 42 Tweet 26
  • Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Dulu Tempuh 200 M untuk Dapat Air Bersih, Warga Kalikunal Kendal Kini Dibuatkan Sumur Bor

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • ORADO Goes to Campus 2026 Dorong Penjaringan Atlet Domino di Perguruan Tinggi Gresik

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Terancam Dijemput Paksa KPK

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Pemerintah RI di bawah Presiden Prabowo memulangkan 264 pekerja migran bermasalah dari Malaysia.

Pelukan Kemerdekaan di Pintu Kepulangan

16 Agustus 2025
702
Ilustrasi anak yang mengalami anemia. (Freepik/Lingkarjateng.id)

Pakar Ungkap Anemia Dapat Berdampak pada Perkembangan Otak Anak

3 September 2023
629

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya