Sabtu, Januari 10, 2026
  • Box Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kerjasama & Iklan
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
No Result
View All Result
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
No Result
View All Result
Harianmuria.com
No Result
View All Result

Beranda - News - Petani Sambat, Kondisi Tambak Garam di Pati Tercampur Lumpur saat Kemarau

Petani Sambat, Kondisi Tambak Garam di Pati Tercampur Lumpur saat Kemarau

Sekar Sari by Sekar Sari
31 Juli 2024 10:43
in News
0 0
Salah seorang petani garam di Desa Bumimulyo, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati sedang mengalirkan air laut ke lahan tambaknya pada Selasa, 30 Juli 2024. (Setyo Nugroho/Harianmuria.com)

Salah seorang petani garam di Desa Bumimulyo, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati sedang mengalirkan air laut ke lahan tambaknya pada Selasa, 30 Juli 2024. (Setyo Nugroho/Harianmuria.com)

Share on FacebookShare on WatsApp

PATI, Harianmuria.com – Petani garam di Desa Bumimulyo, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati mengeluhkan kondisi air laut yang mengandung lumpur.

Jio (50) salah seorang petani garam di Desa Bumimulyo mengatakan, setiap musim kemarau air yang diambil dari laut melalui aliran sungai selalu mengandung lumpur. Menurutnya, kondisi itu dikarenakan adanya aktivitas kapal di Sungai Silugonggo.

“Efeknya lumpur kapal itu, dikebut terus setiap lewat, terus larinya ke sini,” ujarnya, Selasa, 30 Juli 2024.

Selain aktivitas kapal di Sungai Silugonggo,  lanjut dia, air bahan pembuatan garam mengandung lumpur dikarenakan bibir pantai di wilayah Pati terdiri dari lumpur bukan pasir. Sehingga, lumpur yang ada di bibir pantai terbawa ke tambak garam milik petani.

“Kalau sudah tiga kilo dari sini tidak ada lumpur. Lengkong (Sungai), lautnya ‘kan pasir. Kalau Ngerang, Raci, Ketitang Wetan, sama Mujil itu efek lumpur. Cuma di tiga desa yang efek lumpur,” sebutnya.

Harga Merosot, Petani Garam di Pati Pilih Timbun Hasil Produksi

Adapun wilayah pertambakan garam yang airnya mengandung lumpur meliputi Desa Bumimulyo, Ketintang Wetan, dan Raci.

Ia menyebut, permasalahan lumpur yang terkandung dalam air laut bahan pembuatan garam tak bisa diatasi Pemerintah Daerah maupun Provinsi. Menurutnya, hanya Pemerintah Pusat yang bisa mengatasi permasalah tersebut.

“Tidak bisa, sulit itu. Hanya satu solusi sebenarnya, tapi itu tidak mungkin, butuh dana. Kalau tidak dana pusat, tidak mungkin, Ndak bakalan, provinsi tidak mampu,” jelasnya.

Menanggapi permasalahan tersebut, Fungsional Pembina Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pati Ari Wibowo membenarkan bahwa air laut yang menjadi bahan pembuatan garam bercampur lumpur. Menurutnya, hal itu hanya terjadi di bulan-bulan tertentu saja.

“Kalau kondisi Pantura, kondisi airnya seperti itu. Tapi kalau saat muncul sedimen itu bulan ketujuh. Tapi ada masanya,  bulan 10 itu sudah mulai jernih. Air laut sudah jernih. Air laut naik,” tuturnya.

Untuk mengatasi permasalah tersebut, pihaknya mengaku sudah berupaya membantu para petani garam, salah satunya yakni pompa air.

“Sudah kearifan lokal mereka karena usahanya di situ ya memang diupayakan untuk dilebur kemudian untuk pompa. Kita juga memberikan bantuan ada pompa, salah satunya memang untuk pengambilan air laut,” tegasnya. (Lingkar Network | Setyo Nugroho – Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Info Patipatipetani garam

Related Posts

Keberhasilan e-parkir di Pasar Sido Makmur mendorong Pemkab Blora menerapkan parkir elektronik di tiga pasar lagi demi meningkatkan PAD hingga Rp10 miliar.
Blora

Sukses di Pasar Sido Makmur, Pemkab Blora Siap Terapkan E-Parkir di 3 Pasar Lagi

9 Januari 2026
Angin kencang menerjang Kecamatan Sidomukti, Salatiga, merusak 10 rumah warga dan 3 warung semi permanen.
Salatiga

Angin Kencang Terjang Sidomukti Salatiga, 10 Rumah dan 3 Warung Rusak

9 Januari 2026
Tagihan listrik sarpras jalan di Blora tembus Rp8,5 miliar sepanjang 2025, efisiensi Pemkab Blora berhasil menghemat anggaran hingga Rp30 juta.
Blora

Tagihan Listrik Sarpras Jalan di Blora Tembus Rp8,5 Miliar, Efisiensi Berhasil Hemat Rp30 Juta

9 Januari 2026
Aksi unik warga adopsi 500 bibit pohon jambu untuk menghijaukan lereng Gunung Merbabu di Getasan, Kabupaten Semarang, demi menjaga kawasan tangkapan air.
Semarang

Unik, Warga Adopsi 500 Bibit Pohon Jambu untuk Hijaukan Lereng Gunung Merbabu

9 Januari 2026
Load More
Next Post
Petugas sedang meratakan pasir sebagai media tanam rumput di lapangan Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara. (Muhammad Aminudin/Harianmuria.com)

Bakal Dilengkapi VAR, Progres Pembangunan Stadion GBK Jepara Capai 57 Persen

Berita Utama

BPBD Jepara sigap menangani berbagai bencana Desember 2025, mulai pohon tumbang, rumah rusak, hingga evakuasi warga dan hewan berbahaya.
Jepara

BPBD Jepara Gerak Cepat Tangani Serangkaian Kejadian Bencana Selama Desember 2025

15 Desember 2025
BPBD Jepara menyalurkan bantuan logistik kepada warga Desa Tunahan, Kecamatan Keling, yang terdampak angin kencang.
Jepara

BPBD Jepara Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Tunahan

10 Desember 2025
BPBD Jepara menerima bantuan truk tangki 4.000 liter dari pemerintah pusat untuk memperkuat armada penanggulangan bencana, khususnya distribusi air bersih di wilayah rawan kekeringan.
Jepara

BPBD Jepara Terima Truk Tangki 4.000 Liter, Perkuat Armada Penanggulangan Bencana

10 Desember 2025
BPBD Jepara mengirim satu personel untuk membantu penanganan banjir di Sumatra Barat sebagai bentuk dukungan Pemprov Jateng terhadap percepatan pemulihan pascabencana.
Jepara

BPBD Jepara Tugaskan Satu Personel Bantu Penanganan Banjir di Sumatra Barat

9 Desember 2025

Berita Trending

  • Belasan tahun rusak tanpa perbaikan, warga Desa Nglebur, Jiken, Blora swadaya memperbaiki jalan sepanjang 60 meter dengan dana patungan dan gotong royong.

    Belasan Tahun Rusak, Warga Nglebur Blora Swadaya Perbaiki Jalan 60 Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Kudus Periksa 10 Pegawai Buntut Video Viral Asusila, 2 Orang Dibebastugaskan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wartawan Dilarang Liput Kebakaran Sumur Minyak di Gandu Blora, Warga Blokade Akses Masuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Salah, Begini Cara Bedakan Kartu Keluarga Asli dan Salinan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Molor Seminggu, Pencairan Gaji ASN Blora Rp55,5 Miliar Mulai Diproses

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Harianmuria.com

Adalah media online yang menayangkan berita terbaru di Jawa Tengah. Berita yang kami sajikan padat, terpercaya, dan mencakup informasi terkini di wilayah Karesidenan Pati.

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS