Sampaikan Pledoi, Mbak Ita Minta Hukuman Seringan-Ringannya
Mbak Ita sampaikan pledoi di Pengadilan Tipikor Semarang. Ia meminta hukuman seringan-ringannya dan menyinggung dinamika politik jelang Pilkada 2024.
Mbak Ita sampaikan pledoi di Pengadilan Tipikor Semarang. Ia meminta hukuman seringan-ringannya dan menyinggung dinamika politik jelang Pilkada 2024.
Tiga rusunawa di Kabupaten Semarang alami kerusakan karena minim anggaran perawatan, hanya Rp11 juta per tahun. DPRD desak evaluasi pengelolaan ...
Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, meluncurkan aplikasi Lapak Kita untuk mendukung digitalisasi 500 UMKM lokal. Akses mudah, data lengkap, dan siap ...
Dinas Kesehatan Semarang periksa 24.900 siswa lewat program cek kesehatan gratis. Sebanyak 74 persen terdeteksi mengalami overweight.
Festival Layang-Layang Internasional di Semarang akan diramaikan peserta dari 13 negara. Digelar 23–24 Agustus 2025 di POJ City, target 25.000 ...
KAI Daop 4 mencatat 7 kasus temperan KA selama Juli 2025, dengan 4 korban jiwa. KAI serukan kesadaran kolektif demi ...
LPSK ingatkan PHK bisa picu kekerasan dalam rumah tangga. Masyarakat diminta berani lapor dan manfaatkan layanan konseling keluarga untuk cegah ...
Sekda Kabupaten Semarang, Djarot Supriyoto, melaporkan akun Instagram ke polisi usai dituding meminta iuran hadiah pensiun. Ia membantah keras dan ...
Tiga atap ruang kelas di SDN Kawengen 02 Semarang ambrol akibat kayu lapuk dan rayap. Sekolah terpaksa berlakukan dua shift ...
Mantan Wali Kota Semarang, Mbak Ita, dituntut 6 tahun penjara dalam kasus korupsi pengadaan dan infrastruktur. Suaminya dituntut 8 tahun. ...
© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS