KAB. SEMARANG, Harianmuria.com – Sebanyak 310 atlet arung jeram dari 17 kabupaten/kota di Jawa Tengah beradu kemampuan dalam babak kualifikasi cabang olahraga (cabor) arung jeram menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng XVII tahun 2026.
Ajang bergengsi ini berlangsung selama empat hari, 20–23 Oktober 2025, di Sungai Tuntang, Dusun Dawung, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang.
Ketua Panitia sekaligus Wakil Ketua Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Jateng, Bagus Suryokusumo, mengatakan bahwa babak kualifikasi kali ini memperebutkan 140 kuota atlet dan 35 ofisial sesuai SK KONI Jateng Nomor 50 b/S.K/IX/2025.
“Ada 310 atlet dari 17 pengcab FAJI se-Jateng yang ikut. Mereka memperebutkan 140 tiket untuk tampil di Porprov XVII 2026 di Semarang Raya,” ujar Bagus, Selasa, 21 Oktober 2025.
Pertandingan di 4 Kelas dan 16 Nomor Lomba
Bagus menjelaskan, dalam babak kualifikasi ini terdapat empat kelas yang dipertandingkan, yaitu R4 Putra, R4 Putri, R6 Putra, dan R6 Putri. Sementara untuk nomor perlombaan terdiri dari Sprint, Slalom, Head to Head, dan Down River Race (DRR) – totalnya 16 nomor pertandingan.
Dari total 19 pengurus kabupaten/kota FAJI di Jawa Tengah, hanya 17 daerah yang ikut serta, sementara Kota Semarang dan Kabupaten Batang absen dari kejuaraan ini.
“Dari total 310 atlet, 163 putra dan 147 putri ikut bertanding. Hanya 140 atlet terbaik yang lolos ke Porprov 2026 mendatang,” jelas Bagus.
Atlet dan Ofisial Menginap di Rumah Warga
Menariknya, seluruh kontingen peserta dan ofisial tinggal di rumah-rumah warga sekitar dengan sistem homestay selama pelaksanaan babak kualifikasi.
“Kami bekerja sama dengan Pemkab Semarang dan Pemdes Candirejo menyiapkan 32 rumah warga untuk homestay. Selain lebih dekat ke venue, ini juga memberdayakan masyarakat sekitar,” ungkap Bagus.
Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, anggaran berasal dari KONI Provinsi Jateng sebesar Rp125 juta dan KONI Kabupaten Semarang Rp100 juta, serta kontribusi pengkab/pengkot sebesar Rp40 juta untuk sewa dan jaminan perahu.
Arus Sungai Tuntang Menantang
Salah satu peserta, Reyhan dari Kontingen Surakarta, mengaku terkesan dengan kondisi Sungai Tuntang yang menantang namun indah.
“Arusnya kuat dan lintasannya menantang, tapi pemandangannya juga luar biasa. Perlu persiapan matang untuk menaklukkannya,” ujarnya.
Sementara itu, Seli Widiawati dari Kontingen Kendal juga merasakan tantangan serupa saat turun di kelas R4 Putri.
“Ini pengalaman pertama saya ikut event besar. Arus Sungai Tuntang cukup deras, tapi Insyaallah saya siap memberikan hasil terbaik untuk Kabupaten Kendal,” katanya.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki










