DEMAK, Harianmuria.com – Wisata Petik Melon di Desa Bandungrejo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, menjadi destinasi baru yang makin populer setelah viral di media sosial.
Berlokasi di area persawahan seluas sekitar 600 meter persegi, tempat ini menawarkan pengalaman memetik melon langsung dari pohonnya sekaligus menjadi sarana edukasi pertanian.
Viral di TikTok, Pengunjung Penasaran
Popularitas wisata ini meningkat pesat setelah sejumlah video diunggah ke TikTok. Salah satu pengunjung, Asiyah, mengaku datang karena penasaran setelah melihat konten viral tersebut.
“Senang sekali karena sesuai dengan yang ada di TikTok. Buahnya segar, manis, dan ada beberapa varietas,” ujarnya.
Asiyah mengaku menikmati aktivitas memetik buah segar secara langsung, apalagi karena dirinya terbiasa sarapan dengan buah setiap hari.
Asiyah juga menambahkan bahwa ia sudah beberapa kali mengunjungi wisata petik melon di daerah lain dan berharap konsep seperti ini terus berkembang.
“Inovasi seperti ini sangat bagus. Bisa makan buah fresh langsung dari kebun itu menyenangkan,” tambahnya.
Tawarkan 4 Varietas Melon Premium
Pengelola Wisata Petik Melon, David Yusril Hana, menjelaskan bahwa ide pengembangan kebun melon ini berawal dari inspirasi melalui YouTube.
Lahan yang sebelumnya digunakan untuk menanam bawang merah kini disulap menjadi green house modern yang membudidayakan melon premium.
“Melon premium di Demak masih jarang. Karena itu kami mencoba membuat wisata petik melon ini, dan alhamdulillah sudah berjalan sekitar satu tahun,” kata David.
Menurut David, terdapat empat varietas melon yang dibudidayakan, yakni Akira, Kirani, Melonet, dan Adinda, yang sebagian besar didukung oleh PT Tunas Agro. Masing-masing varietas memiliki karakteristik berbeda, mulai dari warna kulit, tekstur daging, hingga tingkat kemanisan.
Harga Terjangkau, Tanpa Tiket Masuk
Pengunjung dapat menikmati wisata ini tanpa dikenakan biaya masuk. Mereka hanya perlu membayar berdasarkan buah yang dipetik, yakni Rp25.000–Rp30.000 per kilogram.
Rata-rata bobot melon tersebut mencapai 1,5 hingga 2,5 kg per buah, sehingga pengunjung bisa mendapatkan buah besar dan manis dengan harga terjangkau.
“Kami juga mendampingi pengunjung untuk memilih buah yang tepat sebelum dipetik,” jelas David.
Ramai Pengunjung, Petani Pun Ikut Belajar
David mengaku, antusiasme kunjungan warga Demak dan sekitarnya sangat tinggi. Selain pengunjung yang datang untuk berwisata, para petani juga banyak yang datang untuk belajar teknik penanaman melon premium.
Meski sempat menghadapi tantangan seperti serangan jamur dan hama kutu akibat perubahan musim, hasil panen tetap dinilai baik.

Dorong Inovasi Pertanian Demak
David berharap wisata petik melon ini mampu mendorong inovasi pertanian di Kabupaten Demak.
“Kami ingin turut memajukan pertanian di Demak dan mengajak para petani untuk terus berinovasi,” ungkapnya.
David juga berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dalam membantu para petani untuk mengembangkan sektor pertanian di wilayah Demak.
Dengan menawarkan buah premium yang segar serta pengalaman memetik langsung dari kebun, Wisata Petik Melon di Bandungrejo kini menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat Demak dan sekitarnya.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki










