KENDAL, Harianmuria.com – Warga Desa Brangsong, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, mengeluhkan aturan zonasi sekolah yang dianggap merugikan warga setempat.
Dalam kegiatan Bersatu Siaga (Bersih Desa Tampung Aspirasi Warga) pada Jumat, 7 November 2025, mereka menyampaikan aspirasi agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal memberikan kebijakan khusus terkait penerimaan siswa baru.
Warga Brangsong Minta Kebijakan Khusus
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Kendal, Yanuar Fatoni, mengatakan bahwa sebagian besar masukan warga pada kegiatan Bersatu Siaga kali ini berkaitan dengan bidang pendidikan.
“Banyak warga menyampaikan keluhan soal aturan zonasi. Di Brangsong ini ada SMP Negeri 1 Brangsong, tetapi warga setempat justru tidak bisa bersekolah di situ karena terhalang zonasi. Warga meminta kebijakan khusus dari Pemkab agar anak-anak Brangsong bisa sekolah di wilayahnya sendiri,” terang Yanuar, yang menjadi moderator kegiatan tersebut.
Selain soal zonasi, warga juga menyoroti sistem sekolah pagi dan sore yang dianggap belum merata di wilayah Kecamatan Brangsong.
Bersatu Siaga Hadirkan Pasar Murah
Yanuar menjelaskan, kegiatan Bersatu Siaga di Desa Brangsong kali ini juga menghadirkan berbagai layanan dan kegiatan sosial yang berbeda dari biasanya.
“Selain layanan Dukcapil, pemeriksaan kesehatan gratis, dan penanaman pohon, hari ini juga ada pasar murah serta penyerahan kursi roda bagi penyandang disabilitas,” jelasnya.
Ia berharap masukan masyarakat dalam kegiatan tersebut tidak berhenti hanya sebagai catatan, melainkan benar-benar ditindaklanjuti oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
“Kami juga mengajak warga untuk tetap menjaga semangat gotong royong dan kerja bakti, tidak hanya saat Bersatu Siaga, tetapi juga secara rutin di lingkungan masing-masing,” imbuhnya.
Bupati Imbau Warga Waspadai Musim Hujan
Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengingatkan warga agar selalu menjaga kebersihan dan kewaspadaan lingkungan, terutama saat memasuki musim hujan.
“Kewaspadaan dini harus ditingkatkan. Jangan buang sampah sembarangan karena bisa menyebabkan banjir, bukan hanya di sini, tapi juga di daerah lain,” ujar Bupati Tika.
Ia menambahkan, kegiatan Bersatu Siaga bertujuan untuk meningkatkan semangat gotong royong, sekaligus menampung aspirasi warga secara langsung.
“Semua aspirasi akan kami tindak lanjuti melalui OPD terkait, tentunya tetap sesuai regulasi yang berlaku,” tegasnya.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki










