SALATIGA, Harianmuria.com – Wali Kota Salatiga Robby Hernawan menyoroti rendahnya serapan anggaran sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga triwulan II tahun 2025, terutama pada belanja barang dan modal yang dinilai jauh dari target.
Sorotan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) Triwulan II, yang berlangsung di Ruang Kalitaman, Gedung Setda Salatiga, Selasa, 29 Juli 2025. Rapat dihadiri Sekda, kepala OPD, camat, serta kepala bagian di lingkup Setda.
Dari laporan Kabag Pembangunan, disebutkan bahwa realisasi belanja baru mencapai 64,50 persen. Secara rinci, belanja pegawai telah terserap 53 persen, belanja barang dan jasa hanya 34 persen, dan belanja modal masih 0 persen.
“Belanja pegawai pasti terserap karena sifatnya rutin. Tapi belanja barang dan modal seharusnya minimal 50 persen di triwulan II. Jangan sampai semua menumpuk di akhir tahun,” tegas Robby.
5 OPD dengan Serapan Terendah Jadi Sorotan
Lima OPD dengan serapan terendah turut disorot langsung oleh Wali Kota. Kelima OPD tersebut adalah BPKPD (Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah), DPUPR (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang), Disbudpar (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata), Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah), dan Dinperkim (Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman)
Kelima OPD tersebut diminta menyampaikan hambatan yang menyebabkan keterlambatan penyerapan anggaran. BPKPD menyebut proses keuangan belum selesai di beberapa kegiatan, DPUPR menghadapi mundurnya jadwal pengadaan gedung.
Disbudpar menunggu penyesuaian kegiatan dari pusat dan provinsi, Bappeda melakukan efisiensi sambil menunggu jadwal RPJMD dari DPRD, dan Dinperkim mengalami kendala teknis pada sistem aplikasi keuangan.
Fokus Juga ke Pendapatan Daerah, Hindari Defisit
Robby juga mengingatkan agar OPD tidak hanya fokus pada serapan belanja, tetapi juga mendorong peningkatan pendapatan daerah agar tidak terjadi defisit anggaran di akhir tahun.
“Jangan sampai tekor atau defisit. Apalagi perubahan ada penambahan-penambahan yang harus diakomodir. Jangan sampai golek-golek, sesuaikan saja dengan kemampuan daerah,” tegasnya.
Sekda: Segerakan Administrasi Setelah Kegiatan Fisik
Sekda Kota Salatiga, Wuri Pujiastuti, juga mengingatkan agar administrasi keuangan segera diselesaikan setelah kegiatan fisik rampung, guna menjaga keseimbangan antara serapan fisik dan keuangan.
“Begitu kegiatan fisik selesai, administrasi keuangannya jangan ditunda. Selesaikan segera agar tidak mengganggu neraca serapan,” tandasnya.
Sumber: Lingkar Network
Editor: Basuki










