BLORA, Harianmuria.com – Duka masih menyelimuti keluarga Sukrin, warga Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Blora, usai kepergian istri dan anaknya akibat ledakan sumur minyak ilegal. Pada Jumat pagi, 12 September 2025, jenazah sang anak, Abu Dhabi (2), dikebumikan di pemakaman umum desa setempat sekitar pukul 08.30 WIB.
Wakil Bupati Blora Sri Setyorini hadir langsung untuk bertakziah ke rumah duka, didampingi oleh jajaran Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Dinas Sosial P3A Blora. Dalam kunjungan tersebut, Wabup menyampaikan belasungkawa mendalam sekaligus menyerahkan bantuan berupa uang tunai dan paket sembako untuk meringankan beban keluarga korban.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Blora, saya menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya. Semoga keluarga Pak Sukrin diberi ketabahan dan kekuatan menghadapi musibah ini,” ujar Sri Setyorini.
Baca juga: Tragedi Sumur Minyak Blora: Balita Meninggal di RS Sardjito, Total Korban Jiwa Jadi 5 Orang
Tragedi Ledakan Sumur Minyak Gandu
Ledakan sumur minyak ilegal di Dukuh Gendono terjadi pada Minggu siang, 17 Agustus 2025, menewaskan lima orang. Dua korban di antaranya adalah Yeti (30), istri Sukrin, dan anaknya Abu Dhabi. Keduanya sempat menjalani perawatan intensif di RSUP dr. Sardjito Yogyakarta karena luka bakar parah.
Yeti meninggal pada 22 Agustus 2025, disusul Abu Dhabi yang mengembuskan napas terakhir pada 11 September 2025 malam, setelah hampir tiga pekan berjuang di ruang ICU.
Harapan Sukrin untuk Relokasi
Sukrin menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemkab Blora atas pendampingan dan bantuan yang terus diberikan sejak masa perawatan hingga pemakaman. Ia juga mengajukan permohonan relokasi tempat tinggal, mengingat rumahnya berada sangat dekat dengan lokasi sumur minyak ilegal yang meledak.
“Kami sangat berharap bantuan pembangunan rumah sementara di tanah yang diberikan oleh saudara kami. Lokasi lama terlalu berisiko,” ungkap Sukrin.
Menanggapi hal itu, Wabup Rini mengatakan akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Pemkab Blora untuk menindaklanjuti permintaan tersebut. Ia juga menawarkan beasiswa pendidikan bagi anak perempuan Sukrin yang selamat, Nafisa Fitri Kotijah, agar bisa bersekolah di Sekolah Rakyat Kecamatan Cepu, dengan lingkungan belajar yang lebih aman.
Imbauan Pemerintah Daerah
Wabup Rini berharap tragedi di Desa Gandu menjadi peringatan serius bagi seluruh masyarakat Blora agar tidak melakukan aktivitas berbahaya tanpa izin resmi. Pemkab juga mendorong aparat penegak hukum menindak tegas praktik pengeboran minyak ilegal yang mengancam nyawa warga.
Jurnalis: Subekan
Editor: Basuki










