PATI, Harianmuria.com – Usai bencana banjir yang menerjang Kabupaten Pati beberapa hari lalu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebut ada sejumlah tanggul sungai dalam kritis.
Kepala BPBD Pati Martinus Budi Prasetyo menyatakan, akibat dari bencana banjir tersebut sejumlah tanggul berpotensi jebol dan berdampak pada desa-desa yang berada di tepian sungai.
“Desa yang mempunyai tanggul saat ini dalam kondisi kritis. Untuk jumlah desanya banyak. Tapi kalau kecamatan dirasakan di enam kecamatan. Dari Kayen, Tambakromo, Gabus, Jaken, Jakenan, dan Batangan,” ujar Martinus.
Akibat bencana banjir yang terjadi tersebut, dua tanggul jebol di wilayah Desa Tambahagung, Kecamatan Tambakromo dan Desa Ngening, Kecamatan Batangan.
“Yang besar selain di Tambahagung, Tambakromo ini yang kerusakannya cukup besar itu Ngening, Batangan. Sampai kepanjangan tanggul 15 meter itu yang jebol,” imbuhnya.
Saat ditanya terkait upaya untuk mengurangi bencana tersebut, Martinus mengharap komitmen bersama dari berbagai sektor. Menurutnya, upaya yang harus dilakukan paling utama adalah dengan menghentikan sejumlah aktivitas yang menyebabkan banjir di Pegunungan Kendeng.
“Upaya dalam jangka panjang memperhatikan hutang lindung yang ada di Kendeng. Jadi harus ada niat sungguh untuk menghentikan eksploitasi hutan lereng Kendeng, perhutanan sosial, dan tambang seperti galian C,” tandasnya. (Lingkar Network | Aziz Afifi – Harianmuria.com)










