Jumat, Januari 9, 2026
  • Box Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kerjasama & Iklan
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
No Result
View All Result
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
No Result
View All Result
Harianmuria.com
No Result
View All Result

Beranda - News - Umum - Sejarawan Peter Carey Minta Pemerintah Tinjau Ulang Sistem Pemberian Gelar Pahlawan Nasional

Sejarawan Peter Carey Minta Pemerintah Tinjau Ulang Sistem Pemberian Gelar Pahlawan Nasional

Basuki by Basuki
12 November 2025 19:24
in Umum, Nasional, News
0 0
Sejarawan Inggris Peter Carey meminta pemerintah Indonesia meninjau ulang sistem pemberian gelar pahlawan nasional usai kontroversi gelar kepada Soeharto.

Sejarawan Inggris Peter Carey saat mengikuti acara bedah buku di Kota Semarang beberapa waktu lalu. (Lingkarnews Network / Harianmuria.com)

Share on FacebookShare on WatsApp

SEMARANG, Harianmuria.com – Sejarawan terkemuka asal Inggris, Peter Carey, meminta pemerintah Indonesia untuk meninjau ulang sistem pemberian gelar pahlawan nasional. Seruan ini muncul di tengah kontroversi publik setelah Presiden ke-2 RI, Soeharto, menerima gelar Pahlawan Nasional.

Menurut Peter, kebijakan tersebut bisa memberi pesan negatif bagi dunia internasional, mengingat sejumlah kebijakan Orde Baru yang dinilai melanggar prinsip kemanusiaan.

“Kita mengingat agresi terhadap wilayah tetangga saat itu, Timor Timur Portugis (kini Timor-Leste), pada 6–7 Desember 1975, yang berakhir dengan resolusi PBB dan menandai pendudukan ilegal Indonesia hingga 1999,” ujar Peter saat dihubungi, Rabu, 12 November 2025.

Agresi Timor Timur Langgar Hukum Internasional

Peter menyebut, agresi militer di Timor Timur merupakan pelanggaran hukum internasional (breach of international law) yang dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

“Bagaimana mungkin sosok seperti itu dijadikan teladan bagi komunitas internasional? Pemberian gelar ini justru menjadi pembenaran atas tindakan-tindakan tersebut,” tegasnya.

Ia menilai bahwa mempertahankan sistem pemilihan dan pemberian gelar pahlawan nasional saat ini merupakan ciri ketidakdewasaan sebuah negara, karena keduanya merupakan upaya yang menghalangi sejarah yang bebas dari kepentingan politik.

“Kebijakan ini bisa mendistorsi sejarah. Penetapan pahlawan nasional ibarat undian lotre,” ujarnya.

Sistem Gelar Pahlawan Dinilai Tidak Konsisten

Peter, yang lebih dari 40 tahun meneliti Pangeran Diponegoro, menyoroti ketidakkonsistenan pemerintah dalam memberikan gelar pahlawan.

Ia mencontohkan, Sunan Pakubuwono VI ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada 1964, meski perannya dalam Perang Jawa nyaris tidak menonjol. Sedangkan Pangeran Diponegoro, tokoh utama dalam perang tersebut, baru mendapat gelar sembilan tahun kemudian, tepatnya pada 10 November 1973.

“Ini sama sekali tidak masuk akal. Sistem pahlawan nasional kita tidak memberi ruang bagi sejarah yang nyata,” kata Peter.

Peter juga menepis klaim yang menyebut Soeharto tidak terlibat dalam peristiwa 1965. Ia menegaskan bahwa berbagai kajian sejarah dan dokumen resmi telah membuktikan keterlibatan struktur komando pusat yang dipimpin oleh Soeharto.

“Klaim bahwa tidak ada bukti sama sekali sulit dipertahankan. Bukti-buktinya banyak dan sudah mapan dalam catatan sejarah,” ujarnya.

Seruan untuk Reformasi Sistem Sejarah

Sehingga, menurut Peter, jika ingin memupuk apresiasi dan pemahaman sehat terhadap sejarah Indonesia serta menghindarkannya dari tarik-menarik politik, langkah pertama yang harus diambil adalah menghapus sistem pahlawan nasional dan meninjau kembali sistem penulisan sejarah nasional. ‎

“Lebih baik membuka arsip sejarah supaya rakyat bisa meneliti sendiri dan menarik kesimpulan masing-masing,” tutupnya.

Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Orde Barupahlawan nasionalPeter Careysejarah Indonesiasistem gelar pahlawan nasionalSoehartoTimor Timur

Related Posts

Tiga TPS di pusat Kota Weleri Kendal dirobohkan karena sering jadi lokasi pembuangan sampah liar.
Kendal

Jadi Tempat Pembuangan Liar, 3 TPS di Weleri Kendal Dirobohkan

9 Januari 2026
Kabupaten Rembang masuk lima besar produsen jagung Jawa Tengah dengan target produksi 188 ribu ton di 2026.
Rembang

Rembang Masuk 5 Besar Produsen Jagung Jawa Tengah, Targetkan 188 Ribu Ton di 2026

9 Januari 2026
Puluhan pedagang sayur Pasar Bitingan Kudus menolak relokasi ke Pasar Saerah dan meminta pengembalian dana Rp940 juta.
Kudus

Puluhan Pedagang Sayur Pasar Bitingan Kudus Tolak Relokasi, Minta Pengembalian Dana Rp940 Juta

9 Januari 2026
Pedagang sayur malam Pasar Bitingan Kudus mulai direlokasi ke Pasar Saerah, pengelola pasar menggratiskan sewa selama tiga bulan.
Kudus

Pedagang Sayur Malam Pasar Bitingan Kudus Mulai Pindah ke Pasar Saerah, Gratis Sewa 3 Bulan

9 Januari 2026
Load More
Next Post
BAZNAS bekerja sama dengan Paragon menggelar pelatihan garmen di Kendal untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, menurunkan angka pengangguran, dan mendukung kemandirian ekonomi.

BAZNAS dan Paragon Gelar Pelatihan Garmen di Kendal, Strategi Turunkan Pengangguran

Berita Utama

BPBD Jepara sigap menangani berbagai bencana Desember 2025, mulai pohon tumbang, rumah rusak, hingga evakuasi warga dan hewan berbahaya.
Jepara

BPBD Jepara Gerak Cepat Tangani Serangkaian Kejadian Bencana Selama Desember 2025

15 Desember 2025
BPBD Jepara menyalurkan bantuan logistik kepada warga Desa Tunahan, Kecamatan Keling, yang terdampak angin kencang.
Jepara

BPBD Jepara Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Tunahan

10 Desember 2025
BPBD Jepara menerima bantuan truk tangki 4.000 liter dari pemerintah pusat untuk memperkuat armada penanggulangan bencana, khususnya distribusi air bersih di wilayah rawan kekeringan.
Jepara

BPBD Jepara Terima Truk Tangki 4.000 Liter, Perkuat Armada Penanggulangan Bencana

10 Desember 2025
BPBD Jepara mengirim satu personel untuk membantu penanganan banjir di Sumatra Barat sebagai bentuk dukungan Pemprov Jateng terhadap percepatan pemulihan pascabencana.
Jepara

BPBD Jepara Tugaskan Satu Personel Bantu Penanganan Banjir di Sumatra Barat

9 Desember 2025

Berita Trending

  • Belasan tahun rusak tanpa perbaikan, warga Desa Nglebur, Jiken, Blora swadaya memperbaiki jalan sepanjang 60 meter dengan dana patungan dan gotong royong.

    Belasan Tahun Rusak, Warga Nglebur Blora Swadaya Perbaiki Jalan 60 Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Kudus Periksa 10 Pegawai Buntut Video Viral Asusila, 2 Orang Dibebastugaskan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Salah, Begini Cara Bedakan Kartu Keluarga Asli dan Salinan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wartawan Dilarang Liput Kebakaran Sumur Minyak di Gandu Blora, Warga Blokade Akses Masuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Molor Seminggu, Pencairan Gaji ASN Blora Rp55,5 Miliar Mulai Diproses

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Harianmuria.com

Adalah media online yang menayangkan berita terbaru di Jawa Tengah. Berita yang kami sajikan padat, terpercaya, dan mencakup informasi terkini di wilayah Karesidenan Pati.

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS