BLORA, Harianmuria.com – Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop UKM) Kabupaten Blora, Kiswoyo, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan daya saing.
Menurut Kiswoyo, AI dapat membantu UMKM dalam berbagai aspek, mulai dari analisis tren pasar, pembuatan desain produk, hingga strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran.
“UMKM Blora harus berani berinovasi dan beradaptasi. Dengan AI, kita bisa lebih cepat mencari informasi, membuat desain produk menarik, dan merancang strategi pemasaran sesuai kebutuhan pasar saat ini,” kata Kiswoyo, Rabu, 20 Agustus 2025.
Dorongan ini sejalan dengan arahan Menteri Perdagangan untuk meningkatkan daya saing UMKM Indonesia agar mampu menembus pasar ekspor. Saat ini, rasio wirausaha Indonesia baru 3,47 persen, masih tertinggal dibanding Malaysia dan Thailand yang sudah di atas 4 persen.
Tantangan UMKM Blora dalam Adopsi Teknologi
Meski potensinya besar, Kiswoyo mengakui UMKM di Blora menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan sumber daya manusia, akses internet yang masih terbatas di beberapa desa, dan literasi digital yang rendah. Hal ini memengaruhi kemampuan pelaku usaha dalam menggunakan AI maupun berjualan online.
“Konsistensi produksi, kualitas, dan kemasan juga perlu dijaga agar UMKM mampu bersaing di pasar lebih luas,” tambahnya.
Baca juga: Kadin Blora Dorong UMKM Naik Kelas dengan AI untuk Pemasaran dan Efisiensi
Untuk menjawab tantangan tersebut, Dindagkop UKM Blora menyiapkan berbagai langkah, termasuk membuka klinik pemanfaatan AI bersama Kadin, Hipmi, Hayat Institut, kampus, Shopee, dan GrabFood. Program ini mencakup pembuatan deskripsi produk, pengambilan foto, hingga strategi pemasaran digital.
Selain itu, pendampingan e-commerce juga diberikan agar produk UMKM lebih mudah dijual di marketplace. Fokus utama diberikan pada komoditas unggulan Blora, seperti briket, kelor, dan mebel jati/limbah jati, agar lebih siap untuk ekspor.
“Kita mulai dari hal kecil yang dekat dengan kebutuhan UMKM, seperti promosi dan kemasan. Yang penting pelaku usaha Blora mau mencoba dan berani belajar teknologi,” tegas Kiswoyo.
Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha
Ia menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah dan dunia usaha sangat penting agar transformasi digital benar-benar dirasakan pelaku usaha. Dukungan Kadin dan Hipmi Blora juga membantu mempercepat adopsi AI di kalangan UMKM.
“Kita harus berkolaborasi memahami AI dengan segala tantangan yang ada. Tantangan pasti ada, tapi bersama kita bisa melewatinya,” tutup Kiswoyo.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










