PATI, Harianmuria.com – Kepergian Nyai Hj Nafisah Sahal Mahfudh ke peristirahatan terakhirnya dihadiri oleh ribuan pelayat. Sejumlah tokoh besar juga ikut hadiri dalam prosesi pemakamannya tersebut.
Jumat pagi (11/11) di kompleks Ma’had Aly Maslakul Huda, Kajen, Kabupaten Pati tampak ribuan pelayat berdatangan. Di antara mereka, tampak juga beberapa tokoh besar dari berbagai daerah.
Kepergian istri mendiang KH Mohammad Ahmad Sahal Mahfudh sekaligus Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu dihantarkan oleh sejumlah tokoh besar NU.
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), PJ Bupati Pati Henggar Budi Anggoro, Ketua PCNU Pati Yusuf Hasyim, dan sejumlah tokoh lainnya tampak mengiring prosesi pemakaman beliau.
Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf mengatakan, Nyai Nafisah Sahal Mahfudz merupakan sosok teladan. Baginya beliau merupakan tokoh perempuan yang gigih berjuang di Nahdlatul Ulama. Maka tak heran jasa mendiang dinilai berharga bagi bangsa serta NU sendiri.
“Nyai berjuang hingga helaan nafas yang terakhir. Dan kami warga NU punya husnuzon bahwa barokah Nyai selama ini sangat besar bagi kemaslahatan Jamaiyah,” kata Gus Yahya.
Di mata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, mendiang sosok perempuan hebat.
“Beliau itu tokoh perempuan yang sangat hebat. Siapa sih yang tidak kenal dengan keluarga besar Kiai Sahal Mahfudz ini,” kata Ganjar usai bertakziah di Pondok Pesantren Maslakul Huda, Kabupaten Pati, Jumat (11/11).
Selain itu, mantan anggota DPR RI itu juga menyebut almarhumah sosok yang kharismatik. Dari perbincangannya dengan putra almarhumah, yakni Abdur Ghaffar Rozin (Gus Rozin), Ganjar mengetahui Nyai Nafisah selama ini mempunyai fisik yang kuat.
“Karena beberapa kali kena stroke masih kuat dan pernah suatu ketika beliau sakit stroke, setelah berobat sebentar lalu berangkat umrah, beliau masih kuat,” ujarnya.
Sementara dari sisi keagamaan, Ganjar menyebut istri mendiang KH Sahal Mahfudz itu sosok hebat, sehingga almarhumah menjadi panutan banyak orang.
“Sebagai tokoh perempuan, hebat jadi panutan banyak orang, maka hari ini beliau kapundut, pasti banyak yang merasa kehilangan,” katanya lagi.
Nyai Hj Nafisah Sahal Mahfudz meninggal dunia di RSI Pati, setelah sebelumnya sempat menjalani perawatan di RS Telogorejo Semarang.
Nyai Nafisah Sahal dikenal sebagai tokoh yang mewarnai beragam bidang, mulai pendidikan, organisasi hingga politik.
Nyai Nafisah Sahal lahir dari pasangan suami istri KH Abdul Fattah Hasyim dan Nyai Hj Musyarofah pada 8 Februari 1946 di Jombang, Jawa Timur. Ibundanya merupakan pendiri Pondok Pesantren Putri Al-Fathimiyyah, Bahrul Ulum,Tambakberas, sedangkan sang ayah merupakan pendiri Madrasah Mu’allimin Mu’allimat Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang. (Lingkar Network | Aziz/Anta – Harianmuria.com)










