KAB. SEMARANG, Harianmuria.com – Sebuah truk muatan kosong mengalami rem blong di turunan Simpang Exit Tol Bawen, Kabupaten Semarang pada Senin, 17 November 2025 sekitar pukul 15.00 WIB, menghantam empat mobil yang melaju dari arah berlawanan.
Insiden ini menimbulkan kerusakan parah pada mobil listrik Hyundai IONIQ 5, sementara beberapa pengemudi mobil hanya mengalami luka ringan.
Truk Hilang Kendali di Turunan Bawen
Peristiwa terjadi di traffic light turunan Simpang Exit Tol Bawen, Kecamatan Bawen, saat truk melaju dari arah Semarang menuju Salatiga. Sopir truk, Utep Hidayat (49), menjelaskan rem truk tiba-tiba tidak berfungsi tepat sebelum traffic light.
“Awalnya tidak ada masalah sama sekali. Tetapi rem tiba-tiba tidak berfungsi, sementara lampu traffic light menunjukkan merah dan banyak kendaraan berhenti di depan saya,” ujar Utep di lokasi kejadian.
Demi menghindari korban lebih banyak, Utep membanting setir ke kanan dan menabrak empat mobil yang datang dari arah Salatiga ke Semarang, yaitu Toyota Avanza, Toyota Inova, Hyundai IONIQ 5, dan satu pikap bak terbuka. Hyundai IONIQ 5 mengalami kerusakan paling parah.
Pengemudi Hyundai Tak Bisa Menghindar
Salah satu korban, Agus Purwanto (48), pengemudi Hyundai IONIQ 5, mengungkapkan ia tidak sempat menghindar karena lalu lintas cukup padat.
“Truk itu melaju kencang dan membanting ke kanan. Saya terjepit di antara kendaraan lain, jadi tidak bisa menghindar. Mobil saya terhantam dan sempat menabrak kendaraan lain di sekitar saya,” jelas Agus.
Penanganan Polisi dan Evakuasi
Kasatlantas Polres Semarang, AKP Lingga Ramadhani, menegaskan pentingnya pengecekan fungsi rem kendaraan, terutama kendaraan roda berat, sebelum melintas di turunan tol.
“Kelayakan kendaraan harus diperiksa agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Untungnya, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa, hanya beberapa pengemudi mobil luka ringan,” tegas AKP Lingga.
Petugas juga melakukan evakuasi truk dan kendaraan korban, serta rekayasa lalu lintas karena sebagian jalan tertutup. Hujan deras memperlambat proses evakuasi hingga lebih dari satu jam, menyebabkan kemacetan panjang.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki










