SALATIGA, Harianmuria.com – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngronggo di Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, diprediksi hanya mampu menampung sampah hingga dua tahun ke depan.
Gunungan sampah yang telah mencapai tinggi 15 meter membuat kondisi ini menjadi perhatian serius Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI dalam kunjungan Evaluasi Penilaian Adipura, Rabu, 27 Agustus 2025.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan KLHK diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin, serta Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Salatiga, Suryana Adi S, di ruang kerja Wakil Wali Kota.
115 Ton Sampah Masuk TPA Ngronggo Setiap Hari
Direktur Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun KLHK, Firdaus Alim Damopoli, mengungkapkan bahwa TPA Ngronggo saat ini menampung sekitar 115 ton sampah per hari. Meski 98 persen di antaranya telah dikelola melalui bank sampah, namun sisa sampah yang masuk ke TPA tetap menumpuk dan berpotensi menimbulkan bahaya.
“Gunungan sampah di TPA Ngronggo sudah mencapai 15 meter dan sangat rawan longsor. Kapasitasnya diperkirakan hanya cukup untuk dua tahun ke depan. Maka dari itu, harus ada upaya pembatasan pembuangan ke TPA,” tegas Firdaus.
Baca juga: TPA Ngronggo Rawan Longsor, DPRD Salatiga Desak Pemkot Bertindak Cepat
Edukasi Pengelolaan Sampah dari Rumah Jadi Solusi
Firdaus menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah dari sumbernya, yaitu dari tingkat rumah tangga. Ia mendorong penggunaan metode seperti komposter, lubang biopori, dan pemilahan sampah.
“Sampah yang dibuang ke TPA seharusnya hanya residu yang tidak bisa diolah lagi. Sisanya bisa dikelola dari rumah,” jelasnya.
Pemkot Salatiga Siap Tindaklanjuti Arahan KLHK
Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin, menyambut baik masukan dari KLHK dan menyatakan komitmen pemerintah kota dalam memperbaiki sistem pengelolaan sampah.
“Kami siap menerima arahan dan memperbaiki apa yang perlu ditingkatkan. Semoga kerja sama ini membawa manfaat bagi lingkungan dan masyarakat Salatiga,” ungkapnya.
DLH Akui Kendala Anggaran, Harap Dukungan Pusat
Sementara itu, DLH Kota Salatiga mengakui keterbatasan anggaran menjadi kendala dalam upaya pengurangan volume sampah.
“Kalau tidak segera dikurangi, TPA akan penuh dalam dua tahun. Kami berharap ada dukungan dari kementerian, baik berupa alat, dana, maupun program pemberdayaan masyarakat,” ujar Suryana Adi, Plt. Kepala DLH Kota Salatiga.
Sumber: Lingkar Network
Editor: Basuki










