PATI, Harianmuria.com – Warga Desa Bulumanis Lor, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati mengeluhkan pencemaran Sungai Mbago yang diduga berasal dari limbah industri tepung tapioka di wilayah tersebut.
Keluhan itu disampaikan langsung kepada Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Pati, Karwito, wakil rakyat dari Margoyoso.
Sungai Keruh dan Berbau Menyengat
Salah satu warga, Adib Purnomo, mengungkapkan bahwa kondisi Sungai Mbago kini sangat memprihatinkan. Air sungai berubah menjadi keruh dengan warna coklat pekat serta menimbulkan aroma tak sedap.
Bahkan, warga setempat menyebut sungai itu sebagai “Kali Kecing” karena bau menyengat yang mengganggu aktivitas masyarakat, terutama sektor pertanian.
“Ini mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk pertanian di desa kami. Jadi mohon Pak Karwito bisa menyerap aspirasi kami,” ujar Adib, Senin, 24 November 2025.
Warga Minta Normalisasi Sungai Mbago
Warga mendesak pemerintah agar normalisasi Sungai Mbago dilakukan secara rutin, minimal satu tahun sekali. Menurut mereka, sejak 2020 hingga sekarang, normalisasi baru dilakukan beberapa kali, padahal Desa Bulumanis Lor menjadi daerah aliran dari desa-desa di bagian atas sungai.
“Selama ini desa kami terganggu dengan limbah olahan tepung tapioka. Kami ingin adanya normalisasi maksimal satu tahun sekali,” tambah Adib.
DPRD Pati Siap Tindaklanjuti Aspirasi
Menanggapi keluhan tersebut, Karwito menyatakan akan menyerap aspirasi warga dan berkoordinasi dengan Komisi C DPRD Pati yang membidangi urusan normalisasi sungai.
Politisi NasDem tersebut juga berencana bertemu dengan Bupati Pati, Sudewo, untuk mengajukan usulan normalisasi Sungai Mbago.
“Nanti saya sampaikan ke komisi yang berkaitan karena komisi kami adalah pemerintahan. Saya akan langsung ketemu dengan Pak Bupati, tapi harus ada foto atau bukti-bukti kondisi sungai,” tegas Karwito.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki










