BLORA, Harianmuria.com – Di Kabupaten Blora tercatat masih terdapat 334 sumur minyak tua aktif, yang merupakan peninggalan masa kolonial Belanda. Sumur-sumur tersebut tersebar di sejumlah kecamatan, utamanya di wilayah utara Blora yang sejak lama dikenal sebagai ladang minyak.
Plt Kepala Cabang Dinas ESDM Wilayah Kendeng Selatan, Hadi Susanto, mengungkapkan bahwa wilayah yang memiliki sumur tua terbanyak adalah Kecamatan Jati, Jiken, Randublatung, Kradenan, dan Jepon. Beberapa titik juga masih ditemukan di sekitar Kecamatan Cepu.
“Berdasarkan catatan kami, jumlah sumur tua di Blora mencapai ratusan. Namun yang masih aktif ditambang masyarakat dengan sistem tradisional hanya sebagian,”jelas Hadi, Rabu, 27 Agustus 2025.
Menurutnya, dari ratusan sumur tua tersebut, saat ini tersisa 334 yang masih aktif. Kebanyakan sumur tua sudah tidak produktif atau bahkan ditutup karena alasan keselamatan.
“Dari catatan resmi kami, ada 334 sumur minyak tua yang masih terdata aktif. Rinciannya, 264 sumur dikelola oleh BUMD, 54 oleh KUD Jiken, dan 16 oleh KUD Jati,” kata Hadi.
Penambangan Ilegal Jadi Tantangan
Meski secara historis menjadi sumber ekonomi masyarakat, Hadi menyebut pengelolaan sumur tua ini harus dilakukan melalui mekanisme kerja sama antara BUMN migas dengan koperasi rakyat. Sayangnya, praktik penambangan ilegal masih terjadi dan menjadi perhatian serius.
“Sumur tua adalah warisan sejarah. Namun jika ditambang secara ilegal sangat berbahaya, karena berpotensi menimbulkan kebakaran hingga pencemaran lingkungan, ujarnya.
Sumber Ekonomi Warga Setempat
Tokoh masyarakat Blora, Keluk Pristiwahana, menyampaikan bahwa keberadaan sumur minyak tua telah menjadi bagian dari kehidupan warga setempat secara turun-temurun.
“Sejak zaman kakek buyut, warga sini hidup dari minyak. Kami berharap pemerintah memberi solusi agar pengelolaan lebih aman dan menyejahterakan rakyat,” ujarnya.
Keluk juga berharap ke depan sumur tua di Blora dapat dilengkapi dengan teknologi yang lebih baik serta mengutamakan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3), sehingga aktivitas pertambangan tidak hanya bermanfaat bagi ekonomi warga, tetapi juga aman bagi lingkungan.
Daerah Penghasil Minyak Tertua di Indonesia
Blora dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil minyak bumi tertua di Indonesia. Eksplorasi minyak sudah dilakukan sejak era kolonial Belanda. Meski produksi minyak dari sumur tua kian menurun, sisa kejayaan Blora masih mengalir lewat sumur-sumur tua ini.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










