BLORA, Harianmuria.com – Setelah sempat berhenti beroperasi selama dua minggu, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Utama Kabupaten Blora akhirnya kembali memberikan layanan.
Penutupan sementara dapur utama ini sempat membuat 3.498 penerima manfaat tidak mendapatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan seluruh relawan dapur tidak bekerja selama masa vakum.
Dana BGN Cair, Layanan Kembali Normal
Penghentian ini terjadi akibat dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) untuk program MBG belum masuk ke virtual account dapur tersebut. Namun aktivitas pelayanan kini berjalan normal, menyusul terealisasinya pencairan dana pada Kamis, 4 Desember 2025.
Kepala SPPG Utama Kabupaten Blora, Dindha Rafchi Ramadhan, mengaku tidak mengetahui penyebab dana dari BGN tidak cair ke SPPG utama. Pasalnya proposal selama satu periode yang berdurasi dua minggu operasional program MBG telah ia kirimkan ke BGN.
“Kami sudah mengajukan proposal untuk periode 24 November sampai 6 Desember. Semua berkas lengkap dan disetujui BGN. Namun pencairannya memang sepenuhnya wewenang pusat, kami tidak bisa meminta percepatan” jelas Dindha.
Baca juga: Dapur Utama SPPG Blora Berhenti Operasional karena Dana Belum Cair
Pergantian PPK di BGN Picu keterlambatan
Menurut informasi yang diterima, keterlambatan pencairan dipicu adanya pergantian Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di BGN, sehingga proses pencairan memerlukan waktu untuk penyesuaian internal.
“Dari pusat kemungkinan ada pergantian PPK. Jadi masih ada proses pembelajaran dan penyesuaian. Kami hanya bisa menunggu kabar dari mereka,” ungkapnya.

Dampak pada Penerima Manfaat dan Karyawan
Selama dua minggu penghentian, 3.498 penerima manfaat MBG tidak terlayani, dan pembayaran gaji karyawan SPPG sempat tertunda. Kini, dengan pencairan dana, operasional dan pembayaran gaji dapat kembali berjalan normal.
“Kami tidak bisa membayarkan gaji sebelum pencairan turun. Semua tergantung pusat,” tandas Dindha.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










