BLORA, Harianmuria.com – Dapur SPPG Sidomulyo di Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, berhasil menyelesaikan seluruh 10 poin perbaikan yang diberikan oleh Satgas MBG Blora.
Pekerjaan rumah tersebut dituntaskan pada Senin, 13 Oktober 2025 dan kini tengah menanti peninjauan ulang dari pihak Satgas.
Ketua SPPG Sidomulyo, Andre, mengatakan bahwa fokus utama perbaikan adalah pada kebersihan dapur, termasuk sistem pembuangan limbah dan pengaturan rak pengering.
“10 PR sudah selesai, terutama bagian belakang dapur dan rak pengering. Semua sudah tertutup dan bersih,” jelas Andre, Rabu, 15 Oktober 2025.
Sistem Limbah dan Kebersihan Dapur Sesuai Standar
Menurut Andre, sistem pengelolaan limbah cair kini telah diperbaiki dengan kotak pembuangan dan jalur air yang tertata. Hal ini dinilai penting agar dapur tidak mencemari lingkungan sekitar.
“Sudah sesuai spesifikasi. Limbah tidak langsung mengalir sembarangan,” tambahnya.
Kini Dapur Dilengkapi Ahli Gizi Tetap
Salah satu PR krusial adalah kehadiran tenaga ahli gizi. Sebelumnya, ahli gizi SPPG Sidomulyo merangkap tugas di dapur SPPG Ngawen 01. Kini, SPPG Sidomulyo telah memiliki ahli gizi khusus yang standby di dapur, sesuai permintaan Satgas MBG.
“Sekarang sudah ada ahli gizi-nya sendiri,” ucap Andre.
Baca juga: Dapur Dinilai Tak Layak, Mitra BGN di Sidomulyo Komitmen Selesaikan 10 PR Dinkesda Blora
Satgas MBG Dijadwalkan Tinjau Lokasi
Rencana peninjauan ulang dari Satgas MBG Blora dijadwalkan pada hari ini, Rabu, 15 Oktober 2025, namun hingga sore hari belum ada kepastian kunjungan.
“Rencananya hari ini ditinjau, tapi sepertinya belum jadi,” kata Andre.
Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPG Blora, Artika Diannita, mengaku belum menerima laporan resmi hasil perbaikan karena belum sempat mengunjungi lokasi dapur Sidomulyo.
“Saya belum ke sana,” singkat Artika.
Latar Belakang: SP-1 dan 10 PR dari Satgas MBG
Sebagai informasi, dapur SPPG Sidomulyo sebelumnya menerima Surat Peringatan 1 (SP-1) dari Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora usai Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL). Hal ini menjadi syarat mutlak untuk mendapatkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Terkait hal itu, SPPG Sidomulyo mendapatkan 10 PR yang harus diperbaiki dalam tujuh hari, meliputi:
- Perbaikan sistem pengelolaan limbah dapur (cair dan padat).
- Penyediaan fasilitas pengolahan limbah yang tidak mencemari lingkungan.
- Sterilisasi peralatan dapur sesuai standar kebersihan makanan.
- Penataan ulang penyimpanan agar bebas kontaminasi.
- Penempatan tenaga ahli gizi yang kompeten.
- Penyusunan siklus menu 10–14 hari.
- Keterlibatan ahli gizi dalam perencanaan dan evaluasi menu.
- Pelaporan dokumen siklus menu dan pelaksanaannya ke Satgas.
- Penyusunan Standar Prosedur Operasional (SPO) dapur secara lengkap.
- Sosialisasi dan penerapan SPO kepada seluruh petugas dapur.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










