KENDAL, Harianmuria.com – Prestasi membanggakan diukir SMP Negeri 1 Weleri yang terpilih menjadi Sekolah Adiwiyata Nasional (SAN) 2025. Penghargaan tersebut akan diserahkan pada 10 Desember 2025 mendatang.
Kepala SMPN 1 Weleri, Muhammad Sarwono menegaskan, pencapaian ini merupakan buah dari pembiasaan menghargai dan menjaga lingkungan yang terakumulasi dalam pembelajaran, sikap, dan kebijakan sekolah.
Menurutnya, pembiasaan ini rutin diterapkan melalui program Jumat Bersih dan Jumat Sehat yang melibatkan siswa secara aktif.
“Sekolah bersih itu bukan hanya saat dinilai, tetapi menjadi pembiasaan setiap hari. Pola hidup ramah lingkungan harus menyatu dengan aktivitas belajar,” kata Sarwono, Jumat 5 Desember 2025.
Proses Panjang Meraih Adiwiyata Nasional
Sarwono menjelaskan bahwa predikat Sekolah Adiwiyata Nasional didapat melalui proses yang panjang. Tahun sebelumnya, sekolah belum berhasil lolos penilaian.
“Kami berproses, tahun kemarin belum masuk. Alhamdulillah tahun ini kami tidak menyangka ditetapkan menjadi Adiwiyata Nasional,” tuturnya.
Prestasi Sekolah Meningkat Pesat
Selain capaian Adiwiyata, prestasi akademik dan non-akademik SMPN 1 Weleri terus melonjak.
“Saat pertama saya masuk, prestasi hanya 56. Kini di tahun keempat ada 120 prestasi,” ungkap Sarwono.
SMPN 1 Weleri juga mendapatkan sertifikat penghargaan atas komitmennya menjalankan program Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS).
Ke depan, sekolah merintis Kantin Adiwiyata dengan konsep makanan bebas pengawet dan penggunaan peralatan makan non-plastik. “Insyaallah tahun depan Kantin Adiwiyata bisa berjalan,” kata Sarwono.
Kolaborasi dengan Orang Tua Siswa
Pihak sekolah juga mengedepankan kolaborasi antara siswa, guru dan orang tua untuk mengembangkan dan memaksimalkan potensi yang dimiliki murid.
“Dengan kerja sama dengan orang tua, anak-anak jadi terlayani. Sekolah menjadi ringan dan potensi anak bisa dimaksimalkan,” imbuhnya.
Harapan Menuju Adiwiyata Mandiri
Sarwono berharap dukungan dari pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan untuk membantu sekolah melangkah menuju predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri.
Kendati demikian, ia mengakui masih ada kendala, terutama terkait pengelolaan sampah.
“Kendala terbesar kami adalah pengelolaan sampah. Kami baru bisa melakukan pemilahan karena belum memiliki media untuk pengolahannya,” ungkapnya.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki










