BLORA, Harianmuria.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Blora secara resmi menutup operasional SMP Katolik St Louis Randublatung, Senin, 8 September 2025. Penutupan ini merupakan yang kedua di wilayah Randublatung tahun ini, setelah sebelumnya SMP Rimba Teruna juga ditutup karena alasan serupa.
Sekretaris Disdik Blora, Nuril Huda, menyampaikan bahwa penutupan dilakukan setelah sekolah milik Yayasan Yohanes Gabriel tersebut tidak menerima satu pun siswa baru pada tahun ajaran 2025/2026.
“Tahun ini tidak ada siswa baru sama sekali. Sebenarnya masih ada dua siswa kelas 9, tapi mereka juga memilih pindah ke sekolah swasta lain. Jadi sekolah ini sudah tidak memiliki siswa dan resmi ditutup,” jelas Nuril.
Dokumen Sekolah Diamankan Disdik
Dalam proses penutupan, Disdik Blora juga menyita dan mengamankan seluruh dokumen administrasi serta stempel resmi sekolah, untuk menjaga keabsahan legalitas para alumni.
“Bagi alumni yang ingin melakukan legalisir ijazah, bisa langsung datang ke kantor Dinas Pendidikan Blora,” imbuh Nuril.
Baca juga: Tak Ada Siswa, SMP Swasta di Blora Resmi Ditutup
Biaya Operasional Tinggi, Tak Ada Murid
Perwakilan Yayasan Yohanes Gabriel, Romo Frans, mengaku berat hati harus menutup sekolah. Ia menyebutkan alasan utama adalah tingginya beban operasional, sementara pendapatan nyaris tidak ada karena sekolah kekurangan murid.
“Kondisi sekolah sudah tidak sehat secara keuangan. Karena itu, kami dengan berat hati menutupnya,” ungkap Romo Frans.
Sumber: Lingkar Network
Editor: Basuki










