ACEH TAMIANG, Harianmuria.com – Sekolah Kebangsaan Pemuda Indonesia (SKPI) bersama Jakarta Connection dan Titik Kumpul Literasi kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan tahap warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang.
Penyaluran ini merupakan kegiatan kedua dari Aksi Kolaborasi yang dilaksanakan bersama para donatur sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi masyarakat pascabencana.
Komitmen Aksi Kolaborasi Hadir Pascabencana
Bantuan yang disalurkan meliputi paket makanan siap saji, sembako, popok bayi, pembalut, serta obat-obatan. Seluruh bantuan tersebut dihimpun dari partisipasi para donatur yang mempercayakan penyalurannya kepada Sekolah Kebangsaan Pemuda Indonesia, Jakarta Connection, dan Titik Kumpul Literasi.
Founder SKPI, Faisal Andri Mahrawa, menegaskan bahwa penyaluran bantuan tahap kedua ini merupakan komitmen berkelanjutan Aksi Kolaborasi untuk hadir di tengah masyarakat yang terdampak bencana.
“Aksi ini merupakan bentuk gotong royong antara komunitas, pemuda, dan para donatur. Kami melihat bahwa kebutuhan warga Aceh Tamiang masih tinggi, sehingga bantuan lanjutan perlu terus dilakukan,” ujar Faisal.
Baca juga: SKPI dan Jakarta Connection Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Langkat dan Kuala Simpang
Kondisi Lapangan Masih Memprihatinkan
Founder Jakarta Connection, Muhammad Iqbal, mengungkapkan bahwa kondisi di lapangan hingga kini masih jauh dari kata pulih, meski bencana telah berlalu lebih dari 20 hari.
“Sudah lebih dari 20 hari pascabanjir, namun rumah-rumah warga masih dipenuhi lumpur. Banyak warga belum bisa kembali ke rumah dan masih bertahan di pengungsian. Ini menunjukkan Aceh Tamiang masih sangat membutuhkan bantuan,” kata Iqbal.
Dorong Pemerintah Turunkan Alat Berat
Melalui Aksi Kolaborasi ini, SKPI, Jakarta Connection, dan Titik Kumpul Literasi juga mendorong pemerintah pusat untuk segera menurunkan alat berat guna membantu proses pembersihan lumpur di permukiman warga.
Kehadiran alat berat dinilai penting untuk mempercepat pemulihan lingkungan, mengurangi risiko kesehatan, serta memungkinkan warga kembali menjalani aktivitas secara normal.
Aksi Kolaborasi menegaskan bahwa penanganan bencana membutuhkan kerja bersama lintas sektor. Sinergi antara masyarakat, komunitas, dunia usaha, dan pemerintah diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan dan memastikan kebutuhan dasar warga Aceh Tamiang terpenuhi secara berkelanjutan.
Sumber: SKPI
Editor: Basuki










