KENDAL, Harianmuria.com – Penyerapan anggaran Kabupaten Kendal untuk tahun 2025 hingga Agustus masih rendah. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan, hingga 13 Agustus 2025, paket kegiatan melalui tender atau seleksi baru terserap 38 persen.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menegaskan hal ini dalam Rapat Koordinasi Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (Tepra) di Gedung Abdi Praja Setda Kendal, Selasa, 19 Agustus 2025.
Ia memaparkan, dari total 76 paket kegiatan, hanya 29 paket yang sudah dikontrak atau masih berproses, sementara 47 paket lainnya belum diproses oleh perangkat daerah.
“Data terbaru per 13 Agustus menunjukkan dari total 76 paket baru 29 paket yang sudah dilakukan kontrak atau berproses di Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ), sekitar 38 persen. Artinya masih ada 47 paket di perangkat daerah,” jelas Bupati Tika.
Bupati Soroti Kinerja OPD
Bupati Tika meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melaporkan progres realisasi anggaran, disertai penjelasan terkait hambatan yang dihadapi.
“Permasalahan yang ada harus diselesaikan di forum ini. Jangan sampai terulang di masa mendatang,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa optimalisasi pengendalian dan monitoring proyek strategis sangat penting agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
5 Proyek Strategis Jadi Prioritas
Sesuai Surat Keputusan Bupati Kendal Nomor 100.3.3.2/294/2025, terdapat lima paket pengadaan strategis tahun 2025, meliputi rekonstruksi jalan Boja-Darupono, penggantian jembatan jalan Wonosari-Kartikajaya, penggantian jembatan jalan Kliris-Leban, pengadaan mebel ruang kelas Sekolah Dasar, dan BMHP Reagen Sanitarian Kit (Kesling)
“Perlu dilakukan optimalisasi kinerja, terutama pengendalian dan monitoring kegiatan pembangunan, agar proyek strategis ini selesai tepat waktu dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” ujar Bupati Tika.
Pj Sekda Kendal, Agus Dwi Lestari, menambahkan bahwa serapan anggaran yang rendah disebabkan proses tender yang membutuhkan waktu, mulai dari persiapan perencanaan, pengadaan barang dan jasa, hingga pelaksanaan konstruksi dan pengawasan.
“Kami berharap seluruh tahapan dapat dilaksanakan normal hingga batas waktu yang ditentukan. Tim PBJ akan kami bantu dan koordinasikan, termasuk percepatan penyiapan lokasi dan tenaga,” pungkasnya.
Sumber: Lingkar Network
Editor: Basuki










