DEMAK, Harianmuria.com – Sebanyak 142 peserta program magang ke Jepang kini memasuki tahap tes wawancara setelah dinyatakan lolos dari tes Samapta Ketahanan Fisik. Wawancara berlangsung di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Dinnakerind) Kabupaten Demak, pada Kamis, 30 Oktober 2025.
Plt Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Pelatihan Produktivitas (Penta Lattas) Dinnakerind Demak, Wahyu Agus Suroso, menjelaskan bahwa dari total 264 peserta yang lolos seleksi administrasi, hanya 142 orang yang berhasil melewati tahap tes fisik.
“Tes wawancara ini merupakan tahap terakhir di tingkat daerah. Peserta yang lolos akan lanjut ke tes bahasa Jepang, kemungkinan dilaksanakan antara Desember 2025 atau Januari 2026,” jelas Wahyu.
Tahapan Seleksi Magang Berjenjang
Usai dinyatakan lolos tes bahasa Jepang, peserta akan mengikuti pelatihan tingkat I (daerah) selama dua bulan, kemudian dilanjutkan pelatihan tingkat II (nasional) di Bekasi selama dua bulan.
“Tahapan seleksi magang ke Jepang ini memang cukup panjang dan berjenjang,” tambah Wahyu.
Program ini terbuka untuk peserta usia 18–26 tahun, dan menjadi kesempatan emas bagi anak muda untuk memperoleh pengalaman kerja internasional.
Peserta Datang dari Berbagai Daerah
Wahyu mengungkapkan bahwa peserta seleksi tidak hanya berasal dari Kabupaten Demak, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kalimantan dan Lampung.
“Dari total 264 peserta, sekitar 200 orang berasal dari Demak. Karena sifatnya terbuka, banyak juga peserta dari luar daerah,” ujarnya.
Tahun ini menjadi kali pertama Kabupaten Demak mendapat izin resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk menyelenggarakan seleksi program magang ke Jepang.
“Ini peluang besar bagi generasi muda Demak untuk meraih pengalaman kerja dan kedisiplinan kerja khas Jepang,” jelasnya.
Biaya Seleksi Ditanggung APBD Demak
Seluruh rangkaian seleksi di tingkat daerah dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Demak. Namun, biaya konsumsi selama pelatihan daerah nanti ditanggung sendiri oleh peserta.
“Nanti pada pelatihan daerah selama dua bulan, konsumsi ditanggung masing-masing peserta,” ungkap Wahyu.
Ia berharap para peserta yang lolos nantinya dapat memanfaatkan peluang magang ke Jepang dengan maksimal untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki










