SALATIGA, Harianmuria.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga terus memperkuat komitmen untuk mewujudkan ekonomi inklusif dan berkelanjutan. Salah satu upayanya adalah dengan menyatukan potensi mahasiswa dan pelaku UMKM agar saling berkolaborasi dan berinovasi.
Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, menegaskan bahwa Pemkot terus bergerak untuk memperkuat sinergi antara dunia usaha dan dunia pendidikan, guna mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif melalui berbagai kegiatan produktif.
Sinergi Dunia Usaha dan Pendidikan Kunci Pertumbuhan
Menurut Robby, UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah dan penopang utama kesejahteraan masyarakat. Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam pengembangan inovasi dan peningkatan kualitas SDM.
“Karena itu, kolaborasi antara dunia usaha dan dunia pendidikan menjadi kunci untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Robby saat membuka acara link and match dunia usaha dan dunia pendidikan di Kantor Setda Salatiga, Selasa, 21 Oktober 2025.
Robby juga menegaskan komitmen Pemkot untuk terus mendukung program inovasi, digitalisasi, dan penguatan kemandirian pelaku usaha agar UMKM di Salatiga mampu bersaing di tengah tantangan ekonomi global.
Jarkom Mabar: Jembatani Mahasiswa dan UMKM
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Salatiga, Bayu Joko Mulyono, menjelaskan bahwa pihaknya tengah menggelar kegiatan Jaringan Komunitas Mahasiswa dan Anak Muda Berwirausaha (Jarkom Mabar). Program ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga mencakup praktik langsung di lapangan.
“Pelatihan ini diikuti oleh 15 pelaku UMKM dan mahasiswa dari empat perguruan tinggi. Kegiatan berlangsung selama tiga hari untuk pembekalan teori, kemudian dilanjutkan dengan on job training selama 30 hari di masing-masing UMKM mitra,” terang Bayu.
Ia menambahkan, pihaknya akan melakukan monitoring dan evaluasi untuk memastikan kegiatan ini benar-benar memberikan manfaat bagi mahasiswa maupun pelaku usaha lokal.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki










