JEPARA, Harianmuria.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara terus berupaya memberdayakan warga binaan perempuan melalui pelatihan keterampilan. Salah satunya adalah pelatihan menjahit yang diikuti oleh 14 orang warga binaan, digelar pada Jumat, 26 September 2025.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Dharma Wanita Persatuan (DWP) Rutan Jepara dan Rumah BUMN Jepara, sebagai bagian dari pembinaan kemandirian sekaligus persiapan reintegrasi sosial bagi para peserta.
Pelatihan mencakup pengenalan dasar menjahit, penggunaan mesin jahit, serta praktik membuat berbagai produk dan pakaian rumah. Dengan metode langsung praktik, peserta diharapkan lebih cepat menguasai keterampilan yang kelak bisa menjadi bekal usaha.
Bekal Kemandirian setelah Bebas
Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menegaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya sebagai kegiatan tambahan, melainkan bagian dari strategi pembinaan berkelanjutan.
“Kami ingin warga binaan perempuan tidak hanya menjalani masa pidana, tapi juga mendapatkan keterampilan nyata yang bisa menjadi bekal hidup setelah bebas. Ini bukan sekadar pelatihan, tapi bagian dari proses pemulihan dan pemberdayaan,” jelasnya.
Rencana Lanjutan: Pelatihan Membatik
Selain menjahit, Rutan Jepara juga menyiapkan kerja sama lanjutan dengan Rumah BUMN Jepara berupa pelatihan pembuatan batik.
“Program pelatihan membatik ini diharapkan dapat membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi warga binaan, mengingat batik merupakan salah satu warisan budaya sekaligus potensi unggulan Jepara,” tambah Renza.
Respons Positif dari Warga Binaan
Para peserta menyambut pelatihan dengan penuh semangat. Mereka melihat kesempatan ini sebagai jalan untuk memperbaiki masa depan sekaligus menyiapkan keterampilan baru yang bermanfaat setelah keluar dari rutan.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki










