GROBOGAN, Harianmuria.com – Musibah kebakaran melanda rumah warga di Lingkungan Kedungmojo, RT 001 RW 008, Kelurahan Kunden, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan pada Minggu malam, 24 Agustus 2025 sekitar pukul 20.00 WIB.
Kebakaran ini menghanguskan rumah milik Saliyem binti Parmin Bakri (69), seorang petani setempat. Dugaan sementara, kebakaran dipicu kelalaian korban yang meninggalkan tungku dalam keadaan menyala saat pergi menghadiri acara warga.
Kronologi Kejadian: Api Cepat Membesar
Peristiwa bermula saat Saliyem pergi ke rumah Ketua RT yang berjarak sekitar 500 meter dari kediamannya untuk mengikuti pembagian hadiah HUT RI ke-80. Sebelumnya, ia sempat memasak sayur menggunakan tungku kayu, dan lupa mematikannya.
Sekitar pukul 20.00 WIB, Ngatmin (56), tetangga korban, mencium bau asap dan mendengar suara mencurigakan dari arah rumah Saliyem. Saat dicek, ternyata api sudah membesar dan melahap bangunan semi permanen yang terbuat dari kayu dan bambu.
Warga kemudian bahu-membahu memadamkan api secara manual sambil menunggu kedatangan tim pemadam kebakaran. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.00 WIB oleh Damkar Kecamatan Wirosari dibantu warga, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.
Kerugian Capai Rp15 Juta
Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini, namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp15 juta, meliputi bangunan rumah dan seluruh perabotan di dalamnya.
Saat ini, korban sementara mengungsi ke rumah kerabat terdekat. Pihak kelurahan dan kecamatan juga telah berkoordinasi untuk menyalurkan bantuan darurat.
Camat Wirosari Imbau Warga Lebih Waspada
Camat Wirosari, Purbo Adi Nugroho, menyampaikan keprihatinannya atas kejadian ini. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap sumber api di rumah tangga, terutama bagi warga pedesaan yang masih menggunakan tungku kayu.
“Kami turut prihatin atas musibah ini. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Tapi ini menjadi pengingat penting untuk tidak meninggalkan dapur dalam kondisi api menyala,” ujar Purbo, Senin, 25 Agustus 2025.
Menurutnya, kebakaran akibat kelalaian penggunaan tungku atau lampu minyak masih sering terjadi di wilayah Wirosari. Untuk itu, pihak kecamatan akan meningkatkan edukasi soal keselamatan rumah tangga dan penanganan kebakaran.
“Kami akan bekerja sama dengan Damkar untuk sosialisasi pencegahan kebakaran ke desa-desa. Kesiapsiagaan masyarakat adalah kunci,” tegasnya.
Respons Cepat Diapresiasi
Purbo mengapresiasi sinergi cepat antara warga, aparat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan petugas pemadam kebakaran yang bahu-membahu memadamkan api.
“Kerja sama semua pihak sangat membantu, sehingga api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa,” ujarnya.
Sumber: Lingkar Network
Editor: Basuki










