BLORA, Harianmuria.com – RSUD dr. R. Soeprapto Cepu, Kabupaten Blora, mencatat kinerja positif sepanjang tahun 2024 dengan membukukan surplus anggaran Rp3,7 miliar. Keuntungan tersebut akan dimanfaatkan untuk modernisasi layanan kesehatan, pengadaan alat medis canggih, hingga percepatan digitalisasi sistem rumah sakit.
Direktur RSUD Cepu, drg. Wilys Yuniarti, menjelaskan bahwa di tahun 2025 pihaknya menargetkan sejumlah terobosan strategis. Mulai dari akreditasi KARS untuk peningkatan mutu dan keselamatan pasien (patient safety), pengembangan fasilitas rawat inap sesuai standar KRIS, hingga layanan unggulan berbasis teknologi.
“Kami ingin RSUD Cepu makin modern, ramah pasien, dan memiliki layanan unggulan yang bisa diandalkan masyarakat Blora dan sekitarnya,” ujar Wilys, Selasa, 9 September 2025.
Pengembangan SDM, Teknologi, dan Layanan Unggulan
Selain infrastruktur, RSUD Cepu juga memprioritaskan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan. Program yang dijalankan mencakup pelatihan BTCLS, ACLS, ATLS, sertifikasi profesi, hingga izin belajar spesialis. RSUD Cepu juga menggandeng universitas dan rumah sakit pendidikan untuk transfer ilmu dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan.
Dana surplus akan dialokasikan untuk pengadaan alat kesehatan baru seperti CT Scan, ventilator, dan perangkat penunjang lainnya, renovasi ruang rawat inap sesuai standar Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), pengembangan layanan unggulan seperti hemodialisis, dan digitalisasi sistem rumah sakit yang meliputi rekam medis elektronik (EMR), antrean online, dan e-resep.
Dampak Positif BLUD: Kenaikan Pendapatan dan Mutu Layanan
Sejak berstatus sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), RSUD Cepu memiliki keleluasaan mengelola pendapatan langsung tanpa harus menunggu pencairan APBD. Hasilnya, pelayanan menjadi lebih cepat dan efisien.
“Dengan sistem BLUD, kebutuhan obat, alat kesehatan, hingga SDM bisa segera dipenuhi. Dampaknya, waktu tunggu pasien berkurang, mutu layanan meningkat, dan kepuasan masyarakat makin tinggi,” jelas Wilys.
Kinerja Keuangan 2024: Surplus Rp3,7 Miliar
Sepanjang 2024, RSUD Cepu mencatat pendapatan Rp59,85 miliar. Porsi terbesar berasal dari BPJS Kesehatan dengan realisasi Rp50,7 miliar atau 98,1 persen dari target. Sementara pendapatan pasien umum mencapai Rp6,87 miliar, kerja sama pihak ketiga Rp1,31 miliar, dan pasien tidak mampu (SKTM) Rp426,7 juta.
Sementara itu, total belanja mencapai Rp56,11 miliar, terdiri dari belanja pegawai Rp20,46 miliar dan belanja barang/jasa Rp35,65 miliar. Pos terbesar dialokasikan untuk jasa tenaga kesehatan Rp9,14 miliar serta belanja obat-obatan Rp7,86 miliar.
“Surplus sebesar Rp3,7 miliar akan kami alokasikan untuk reinvestasi pengembangan RSUD sesuai regulasi BLUD,” kata Wilys.
Lonjakan Kunjungan Pasien
Penerapan BLUD juga berdampak pada peningkatan jumlah pasien sepanjang 2024, dibandingkan tahun sebelumnya. Pasien rawat jalan tercatat 60.940 orang (naik 49,4 persen), rawat inap 14.900 pasien (naik 39,7 persen), serta rawat inap khusus 13.240 pasien (naik 53,4 persen).
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










