JEPARA, Harianmuria.com – Tim peneliti dari Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar penelitian berbasis data spasial di kawasan Pantai Bandengan, Jepara, pada Minggu, 28 September 2025. Riset ini menjadi langkah awal mendukung pengembangan wisata pesisir secara berkelanjutan dan berbasis data ilmiah.
Ketua Tim Peneliti, Bilal Ma’ruf, menyebutkan bahwa hasil penelitian akan menghasilkan tiga luaran utama: peta topografi, peta pariwisata, dan peta tata ruang eksisting yang akan menjadi acuan pengembangan wisata pesisir berkelanjutan.
Data Spasial untuk Pengembangan Wisata
“Penelitian ini menjadi tindak lanjut dari konsultasi Pemkab Jepara kepada kami terkait kebutuhan data spasial. Dengan data ini, kami ingin memberikan gambaran kondisi aktual Pantai Bandengan sebagai dasar perencanaan pembangunan wisata,” ujar Bilal, Senin, 29 September 2025.
Menurut Bilal, Pantai Bandengan dipilih karena merupakan destinasi dengan kunjungan wisatawan tertinggi di Jepara. Kawasan ini dinilai memiliki potensi besar, namun membutuhkan pemetaan spasial presisi tinggi untuk menunjang tata kelola yang tepat.
Gunakan Teknologi UAV LiDAR dan Survei Geodesi
Riset menggunakan teknologi UAV LiDAR (Light Detection and Ranging) serta foto udara drone untuk mengakuisisi data topografi dan spasial secara menyeluruh. Survei geodesi juga dilakukan untuk memastikan akurasi data tinggi.
“Tujuan kami bukan membuat desain tata ruang, tapi menyajikan data aktual untuk membantu Pemda menyusun kebijakan berbasis bukti,” jelas Bilal.
Target Rampung Akhir Tahun
Penelitian ini akan berlangsung selama enam bulan. Akuisisi data dimulai September, pengolahan dilakukan Oktober–November, dan laporan hasil penelitian akan disampaikan kepada Pemkab Jepara pada Desember 2025.
“Harapannya riset ini tidak berhenti pada pemetaan awal, tetapi berlanjut ke pengembangan model 3D bahkan prototipe smart city pesisir,” katanya.
Dukungan Pemkab Jepara
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menyambut baik inisiatif ini sebagai dukungan akademis dalam menata kawasan wisata pesisir. Hasil pemetaan diharapkan tak hanya meningkatkan daya tarik wisata, tetapi juga memperkuat strategi mitigasi abrasi serta pengelolaan ruang yang lebih berkelanjutan.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki










