REMBANG, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten Rembang bersama Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan mendorong perluasan lahan tebu mencapai 5.000 hektare.
Langkah ini menjadi prasyarat utama untuk membangun pabrik gula baru di Rembang, yang direncanakan mulai dibangun pada tahun 2027. Program perluasan lahan dimulai dengan pelaksanaan kick-off Bongkar Ratoon di Desa Kerep, Kecamatan Sulang, Kamis, 16 Oktober 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Abdul Roni Angkat, menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mendukung penuh program perluasan lahan tersebut, baik dari sisi pendanaan, penyediaan benih, hingga pembiayaan pembukaan lahan.
“Jika ingin pabrik gula berdiri di sini, syaratnya buka lahan tebu 5.000 hektare. Pendanaan, benih, hingga pembukaan lahan semua kami fasilitasi,” jelas Abdul Roni kepada para petani.
Target Lahan 12.000 Hektare untuk Pabrik Gula
Abdul Roni menambahkan, jika perluasan lahan 5.000 hektare tersebut ditambah lahan tebu yang sudah ada seluas 6.900 hektare, maka totalnya mendekati 12.000 hektare. Luasan ini dianggap cukup untuk mendirikan pabrik gula di Rembang.
“Mulai tahun ini, target perluasan lahan 500 hektare dulu, lalu bertahap mencapai target utama,” imbuhnya.
Bupati Rembang Ajak Warga Manfaatkan Peluang
Bupati Rembang Harno menyambut antusias program ini dan mengajak masyarakat memanfaatkan peluang yang ada. Ia menegaskan, tanah kosong atau lahan yang kurang produktif dapat dialihkan untuk penanaman tebu demi mendukung program.
“Data dari dinas, camat, dan masyarakat sangat penting agar tidak ada tanah yang menganggur,” kata Bupati.
Bantuan Bibit dan Pembiayaan dari APBN
Pemkab Rembang juga memastikan masyarakat akan mendapat bantuan bibit, biaya pengolahan lahan, dan pembiayaan dari APBN sebagai dukungan langsung Kementerian Pertanian. Kesempatan ini dianggap sebagai peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan petani tebu di daerah.
Program perluasan lahan tebu ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus memenuhi kebutuhan gula dalam negeri. Jika target lahan tercapai, Rembang berpotensi menjadi daerah penghasil gula mandiri dengan pabrik gula sendiri.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki










